LIBURAN LEBARAN ke LEMBANG (28-30 Juli 2014)

Libur lebaran kali ini, karena tidak jadi numpang inap di salah satu rumah saudara baik dari sisi suami maupun keluargaku di bandung. Maka sebaiknya cari penginapan saja di Lembang, sambil jalan-jalan di Lembang. Selama kuliah S1 dulu di Bandung, ke Lembang juga kan jauh jaraknya dan tidak banyak jalan-jalan ke sana. Maka kupikir inilah waktunya, ada libur kerja 4 hari dari Senin-Kamis.

Day 1:

Semua orang paham betul kalau liburan saat Idul Fitri/Lebaran itu siap-siap macet deh. Maka kami ambil strategi berangkat pagi-pagi betul di hari pertama Idul Fitri yaitu Senin, 28 Juli 2014. Kami berangkat dari rumah masing-masing (yaitu dari Bekasi dan Cileungsi) jam sekitar 6:30 WIB. Dua mobil bertemu di rest area km 72. Setelah bertemu kami langsung konvoi menuju Lembang. Keluar dari rest area, jalan tol sudah mulai dengan mobil, tapi tidak sampai macet.

Demi penghematan waktu maka kami tidak ke villa tapi langsung ke Tangkuban Perahu. Saat pagi ke sana, kami bisa langsung naik untuk parkir, walau parkiran sudah mulai penuh.

Biaya masuk mobil: 10.000 /mobil

Biaya masuk pengunjung: 17.000 /orang

Tangkuban Perahu

Di sana kita menikmati pemandangan alam yang indah dan hawa sejuk. Tangkuban perahu sangat cocok bagi kita yang suka selfie dan mengabadikan keindahan alam. Di sana juga kita bisa menikmati berbagai makanan hangat dan membeli tas/topi terbuat dari bulu kelinci, maupun beli gantungan mobil shaun the sheep – semua terbuat dari bulu kelinci. Kasihan ya kelinci yang lucu itu, dagingnya dimakan dan bulunya dibuat tas/topi/gantungan di mobil. Kami beli gantungan shaun the sheep, setelah tawar-menawar mendapat harga 10.000,-.

Jam 12 siang kami keluar dari tangkuban perahu dan turun ke Pemandian Air Panas Ciater. Saat kami turun, mobil mengantri untuk masuk tangkuban perahu, kami beruntung datang lebih pagi. Kami rencana makan siang di Ciater, tapi karena saya lapar, maka saya beli semangkok baso dulu dalam perjalanan turun dari Tangkuban Perahu.

Taman Wisata Air Panas Alam Sari Ater (Ciater) tidak jauh dari Tangkuban Perahu, makanya saya buat itinerary dari Tangkuban Perahu ke Pemandian Air Panas Ciater.

Biaya masuk

mobil: 23.000,- / mobil

Pengunjung: Rp. 25.000,-/orang

Mahal juga ya.. Meskipun mahal tetap saja ramai yang datang kemari.

Sari Ater

Di Pemandian Air Panas Ciater kita bisa sewa tikar dan tenda untuk bersantai bersama keluarga. Penyewaan tikar ini sangat banyak supaya kita bisa berendam di air berelang yang mengalir di depan kita. Waktu itu, kami sewa Rp.10.000,-, Jika lebih besar, maka lebih mahal lagi harganya.

Di sana di lengkapi juga area untuk pemetikan buah strawbery dan bermain panah. Di area pemetikan buah strawbery, harganya bergantung pada berapa berat strawbery yang kita petik. Kami tidak petik, karena strawberynya kecil-kecil. Tapi kami mencoba permainan memanah, di sana kita diajarkan dan bisa bergantian, jadi tergantung pada beli paket anak panah berapa.

Memanah dengan 12 anak panah biayanya Rp. 15.000,-.

Kami bertiga bergantian mencoba memanah dalam 1 paket panahan tersebut.

Panahan Sari Ater

Setelah puas, di sore hari kami baru keluar dari Ciater dan janjian dengan orang villa di restoran dekat sana, recommended restaurant dan yang tidak terlalu mahal. Sesuai saran maka kami ke restoran Balibu untuk makan malam, setelah itu baru jam 7an, kami mengikuti motornya pemilik villa untuk menuju villa Jayagiri. Kami ber-10 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, makan malam habis Rp. 464.000,-

Villa Jayagiri ini lokasinya agak ke utara/atas lembang, tidak jauh dari tangkuban perahu maupun lokasi rekreasi lainnya yang akan kami kunjungi esok hari dan lusa harinya.

Peta lembang bisa dilihat di: http://www.visitlembang.com/peta-wisata-lembang/

Karena saya cari tempat penginapannya tidak jauh-jauh hari maka tidak banyak pilihan tempat penginapan yang murah. Meskipun harganya mahal, tapi tidak kecewa karena selain lokasinya strategis, villanya juga bersih, luas, dan bagus. Villa Jayagiri yang kami sewa terdiri dari 3 kamar, dimana tiap kamar terdapat kamar mandi dan 1 ranjang double bed. Kemudian saya minta ditambahkan masing-masing kamar satu buah extra bed, karena kami terdiri dari 10 orang dewasa dan 2 orang anak kecil. Jadi, 3 kamar ini pas banget untuk kami.

Villa Jayagiri

Harga villa untuk menginap 2 malam 3 hari: 3,5 juta dengan DP 1juta dulu. Setelah masuk villa baru pelunasan.

Day 2:

Setelah makan pagi, kami berangkat ke Kampung Gajah Wonderland, dan lokasinya berjalan turun dari villa Jayagiri. Sebenarnya di Kampung gajah wonderland ada villa juga, dimana kita bisa menginap di sana. Cuma saat kutanya, disana sudah full book, makanya kami menginap di villa jayagiri.

Harga masuk :

Tiket masuk: 20.000,-/orang

Tiket mobil: 10.000,-/orang

Di kampung Gajah lebih banyak permainan semacam Dufan, Jungle Land atau sejenisnya; tetapi permainannya lebih banyak untuk anak-anak dari pada untuk orang dewasa. Karena di atas gunung, konsepnya seperti Genting Wonderland, Malaysia maupun Jungle Land, Sentul. Tapi sayangnya, pemiliknya sendiri kurang mengembangkannya, sehingga masih banyak area kosong dan permainannya belum banyak. Biaya masuk di atas pun belum termasuk dengan tiket permainan dan waterboom. Tiket permainan – kita bisa beli tiket permainan terusan maupun satuan sbb:

Harga Wahana Kampung Gajah

TIKET TERUSAN:

Berlaku untuk wahana di Wonderland dan Waterboom:

Weekday: Rp. 150.000,-

Weekend: Rp. 250.000,-

Waterboom Only (berlaku untuk 5 wahana di Waterboom):

Weekdays: Rp. 75.000,-

Weekend: Rp. 100.000,-

Akhirnya kami hanya jalan-jalan dan naik gajah-gajahan (Rp. 20.000,-/orang) saja:

Gajah2an Kampung Gajah

Setelah selesai berkeliling dan karena kami ingin makan siang, namun makanan di sana tidak terlalu menarik, maka kami turun dan makan siang di Restoran Sapu Lidi. Konsep restoran ini adalah kita makan di tengah-tengah persawahan. Alamatnya di: Jl. Sersan Bajuri, Telp (022) 2786461. Menuju ke sana kita akan masuk kompleks Graha Puspa dan bayar karcis pass mobil Rp. 2500,-/mobil. Suasana restoran sangat tenang layaknya makan di saung-saung desa, tapi kalau malam pasti seram, karena banyak pohon dan empang, serta ada beberapa patung. Yang paling seram menurutku adalah pegangan pintu toilet wanita yang berbentuk tangan orang. Iiihhh, seram…

Sapu Lidi

Makan siang kami habis Rp. 633.000,- (lumayan mahal-lah). Selain makan dan menikmati suasana pedesaan, kita bisa sewa naik perahunya juga loh, dan nanti diajak jalan-jalan oleh pendayung perahu kita🙂

Setelah makan siang, kami menuju Floating Market (Pasar Terapung), padahal dari tempat makan ke Floating Market itu dekat sekali, hanya berputar karena jalan satu arah. Namun ya ampun macetnya. Untung sudah makan siang, kalau tidak bisa kelaparan deh. Jam 3 atau 4 kami baru tiba di Floating Market berkat petunjuk Google Maps (I love using google maps very much).

Disini kita bisa beli berbagai jenis makanan dari pinggir danau. Dan penjual menyiapkan pesanan kita dari atas perahu mereka. Biaya masuk Rp. 15.000,- /orang. Biaya parkir mobil Rp. 10.000/mobil.

Floating Market

Harga tiket masuk per orang sudah termasuk gratis 1 cup minuman. Sedangkan untuk membeli makanan kita harus tukar uang kita dengan koin di loket-loket yang sudah di sediakan di bagian depan maupun bagian belakang. Tukarkanlah sejumlah uang seperlunya, karena jika kita tidak menghabiskannya, kita tidak bisa retur ke loket, kecuali kita jual ke pengunjung lain. Seperti yang kulakukan karena di atas jam 6 malam, beberapa jenis makanan sudah habis dan jenis makanan lain, saya tidak tertarik.

Floating Market

Di Floating Market kita bukan saja bisa berwisata kuliner, tapi juga berwisata alam, dan juga bisa mengayuh perahu ke tengah danau bersama anak-anak atau keluarga. Sepulangnya kami dari Floating Market ke Villa juga macet sekali. Wajar, hari kedua lebaran..

Day 3:

Hari ketiga kami check out dari Villa, lalu ke tempat wisata akhir kami di Lembang yaitu De Ranch.

Hari terakhir kami bersilaturahmi dengan pemilik villa, bapak itu ramah, namanya saya lupa siapa, no telp 081809520130. Jika pembaca ada yang tertarik menginap di sana, bisa langsung kontak saja nomor di atas, siapa tahu lebih murah kalau dealing dengan pemilik rumah langsung.

Di De Ranch kita bisa mancoba menaiki kuda, delman, dan anak-anak bisa bermain banyak permainan. Di De Ranch juga kita bisa main panah-an. Tapi anak panah di De Ranch terlalu ringan tidak seberat dan sekuat di Ciater, sehingga kami memanah tidak ada yang kena. Selain itu juga harganya lebih mahal. Jadi kalau mau coba memanah, coba di Ciater saja.

Di Kampung Gajah juga kita bisa naik kuda, tapi kuda poni🙂 Jadi lebih puas di De Ranch. Pemandangan juga bagusan De Ranch. Biaya masuk juga lebih murah, yaitu hanya: Rp. 8000,-/orang dan mobil Rp. 5000,-/mobil. Berikut beberapa pilihan wahana di sana beserta harganya:

Wahana De Ranch

Pilihan makan siang juga lumayan banyak disini. Kami makan siang di De Ranch sambil menikmati pemandangan pegunungan terbuka. Walau agak panas, tapi kami menikmatinya.

De Ranch Lembang

Setelah makan siang, kami pulang ke Jakarta, karena pasti jalan dari Lembang ke Bandung akan macet. Tepat prediksiku dan tepat pengaturan itineraryku – tujuan wisata terakhir ke De Ranch. Karena pulang dari De Ranch, jalan setiabudi – lembang macet total dan kami tidak bisa belok kanan setelah keluar dari parkiran. Maka kami belok ke kiri menuju Dago melalui jalan Dago pinggir. Melalui jalan ini, jalan tidak terlalu macet, hanya berliku-liku dan jalannya hanya muat dua mobil dengan dua arah, serta macet saat memasuki dago – sudah dekat tol pasteur.

Untuk Informasi lengkap mengenai tempat wisata bisa juga baca di:

http://anekatempatwisata.com/15-tempat-wisata-di-bandung-yang-wajib-dikunjungi/

http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-lembang-yang-wajib-dikunjungi/

http://www.visitlembang.com/tempat-wisata/

http://www.visitlembang.com/inilah-deranch-wisata-alam-peternakan-di-lembang-bandung/

Berikut beberapa alternatif penginapan yang waktu itu saya coba hubungi juga, namun fullbook:

Villa Chocolate: 085859311689

Apartemen Ahmad Yani, Transstudio: 085659215050 (per hari 700.000,- /malam untuk 2 kamar)

Villa Jayagiri: 085720072931/ 081221234511 (Pak Moch Talib): 3 kamar, harga: 3.5juta/2 malam

Villa Strawbery : 08122492728/ 081321757892: 1,1-1,2juta / kamar /malam (king bed)

Villa Diamond di Kampung Gajah : 081809118898/ 08149552555

WismaKumbung, Lembang : 0817407909

Guest House Samakta (http://www.guesthousesamakta.com/contact)

Address: Jl. Hortikultura No.1 Lembang – Bandung Indonesia

Tel. / Fax: +62-(0) 22-2786411

Hand Phone: +62-(0) 81-22479529

http://www.rumahkayuorganic.com/

Jalan Kampung Pojok Desa Cikahuripan Lembang Bandung

Ibu Lilis 0878-23122200/022-92823349/022-2786042

Pa Usep 0878-22348769/0813-22343024

http://www.villadamar.com/

Jalan Damar no.7, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Phone: (022) 2041361

Fax: (022) 2041362

http://retanatahomestay.wordpress.com/room_rates/

Ada deluxe, executive room dan family room (3.7juta/malam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s