HONEYMOON 6D/5N HONGKONG SHENZHEN MACAU with DISNEYLAND (Tanggal 25-30 May 2014)

Karena alasan waktu dan ingin cepat mudah maka saya pilih paket honeymoon dari weddingku.com saja. Saya pilih paket honeymoon 6D/5N Super Promo Hongkong Shenzhen Macau with Disneyland dengan pesawat China Airlines (CI). Saya juga pilih hotel yang paling murah saja dari semua pilihan. Sehingga harganya Rp. 9.139.275/pax. Tapi harga ini ternyata belum termasuk dengan airport tax seharga $85/pax. Agak aneh sih, paket honeymoon dengan pesawat tapi belum termasuk airport tax. Tapi karena ini untuk honeymoon jadi saya gak banyak pikir. Setidaknya sudah tidak perlu biaya pembuatan visa cina. DP 30% dari harga total pada satu bulan sebelumnya. Weddingku.com ini nama travelnya PT Menaravisi Tour&Travel. Dibanding dengan teman-teman yang satu grup yang kami temui di Hongkong/Shenzen/Macau dengan isi paket yang sama, harga paket saya jauh lebih mahal. Teman-teman beli dari travel lain jauh lebih murah, dan lebih murah lagi jika membelinya saat pameran travelling, begitu katanya.

Berikut itinerary atau cerita perjalananku:

Day 1: Hongkong

Pesawat CI CGK-HKG 06.25 – 12.25. Sesampainya di Hongkong International Airport, kami diminta berkumpul di Arrival Hall B, Tourist Pick Up Area, Meeting Pole No.15 untuk bertemu dengan Asian Links Holiday’s Representative. Di sini kumpul lama karena mendata semua tourist yang menggunakan jasa tour mereka. Karena saya pilih tanggal honeymoon yang di kalendar Indonesia Selasa dan Kamisnya libur, maka di Hongkong Shenzhen Macau dipenuhi orang Indonesia yang sedang berlibur. Memang orang Indonesia itu banyak yang kaya raya sampai liburan saja pada keluar negeri semua, ke Hongkong lagi.

Karena dari paket tour di Indonesia Day 1 hanya diantar ke hotel kemudian acara bebas. Maka local tour di Hongkong (Asian Links Holiday’s) menawarkan untuk ambil paket Hongkong by Night berikut:

Hongkong Night Tour

Karena kami tidak terlalu tahu caranya ke tempat wisata dari hotel karena saya sendiri pertama kali ke Hongkong maka kami ambil paket tour malam tambahan tersebut. Untung bawa uang banyakan. Memang kalau travelling jangan bawa uang pas-pas-an. FYI, 1HKD = Rp 1.507,- saat itu.

Victoria Peak memang bagus dikunjungi saat malam hari makanya banyak sekali tourist yang datang. Antriannya untuk naik peak tramnya sendiri sangat panjang seperti ini (foto antrian bagian dalam gedung, sebelumnya antri dari pelataran gedung) :

???????????????????????????????

Karena kami datang dengan tour maka kami menggunakan jalur fast line untuk menaiki Peak Tram menuju Victoria Peak.

Di Victoria Peak terdapat Madame Tussauds Wax Museum, yang isinya patung-patung lilin aktor, artis, orang-orang terkenal, tokoh film hingga kartun secara international, seperti Jay Chow, Albert Einstein, Obama, bahkan Spiderman dan Doraemon pun ada. Puas deh foto-foto sama patung lilinnya karena mirip banget dengan tokoh aslinya.

wax

Kalau beli tiket Madame Tussauds langsung di lokasi, harganya adalah sbb:

???????????????????????????????

Setelah dari Madame Tussauds kita harus naik eskalator berkali-kali ke atas untuk menuju ke Sky Terrace. Dari Sky Terrace kita dapat melihat pemandangan kota Hongkong saat malam. Karena ramai sekali dan keterbatasan waktu maka kami hanya bisa memfoto dan difoto saja lalu turun kembali ke tempat berkumpul.

???????????????????????????????

Dari sana, kami naik bus tour lagi untuk turun dari Victoria Peak dan menuju ke Ladies’ market. Tapi parahnya dari night tour ini, kami hanya di drop di Ladies’ Market dan pulang sendiri dengan taksi. Taksinya memang menggunakan argo, tapi karena hotel kami dekat dengan pelabuhan/airport maka jadi lumayan mahal biaya perjalanannya kalau dari ladies’ market. Untuk hemat biaya taksi, kami bergabung dengan sepasang suami-istri lagi untuk pulang setaksi dan bisa share biaya taksi berempat. Seingat kami sekitar 100HKD (1HKD = Rp 1507) biaya perjalanan taksinya dari ladies’ market ke Rambler Garden Hotel di Tsing Yi Road.

Berikut foto Ladies’ market. Kami sampai di Ladies’ market jam 8 malam waktu Hongkong (1 jam lebih cepat dari Indonesia). Di sini kita harus pintar nawar dan pilih-pilih tempat untuk beli barang kalau gak akan diketok habis-habisan. Bermodal bahasa mandarin lah sedikit paling gak untuk menawar.

???????????????????????????????

Hari pertama siang dan malam cari makan sendiri.

Oya, kami beli SIMCard di Hongkong melalui Asian Links Holiday’s Representative seharga 98HKD dengan masa aktif 7 hari. Bisa untuk sms dan internet tapi hanya di Hongkong. Di Shenzhen dan Macau terhitung roaming.

Day 2: Hongkong Disneyland Tour

Kami dijemput jam 09:20 di lobby hotel untuk di drop di Disneyland dan kita bebas menjelajah Disneyland sendiri. Dijemput lagi jam 21:00 di parkiran bus, setelah acara fireworks disneyland jam 20:00 selesai kami tonton. Puaslah seharian kelilingi Disneyland.

Area paling bagus untuk foto menurutku adalah di Toy Story Land. Permainan dan show di Disneyland bagus banget.

???????????????????????????????

Hari kedua juga, cari makan sendiri seharian. Karena hotelnya tidak menyediakan breakfast. Bahkan untuk berenang saja harus bayar 100HKD/pax.

Day 3: Hongkong – Shenzhen (B, L, D)

Karena hari ini akan ke shenzhen, maka pagi-pagi kami sudah harus checkout hotel. Jam dijemput di lobby hotel jam 7 pagi. Breakfast dimsum di suatu restoran yang sepertinya memang rekanan dengan banyak tour. Karena pengunjung semuanya tourist dari semua negara di dunia.

Selesai breakfast, kami dibawa lagi ke Victoria Peak tapi tidak turun dari bus hanya melihat-lihat dari bus sambil dijelaskan tentang Hongkong. Penjelasan mengenai hongkong baca di sini.

Seperti kebanyakan tour, Asian Links Holiday’s mengajak kami mengunjungi toko jewelry, toko coklat, dan toko obat. Dan ini lama sekali, kami habiskan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat ini. Dan kami diharuskan turun karena katanya, kalau bus di parkir di Hongkong, AC bus harus dimatikan. Sedangkan waktu yang disediakan untuk kami mengunjungi Avenue of Stars sebentar banget sampai harus lari-larian supaya dapat menikmati semua dengan waktu yang cukup. Untung, suamiku sudah pernah ke sini sebelumnya, jadi dia bilang telapak tangan selebriti Hongkong tidak usah difoto semua, cukup yang terkenal saja dan supaya cukup waktu berfoto dengan latar belakang kota hongkong.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Repulse Bay yang merupakan sebuah pantai yang tidak hanya terkenal dengan surga berpasir dan jauh dari kota, tetapi juga mempunyai koleksi berbagai macam patung dewa, kuil dan pavilion di ujung selatan – timur dari teluk.

Untuk menaiki perahu dan diajak berkeliling dengan perahu, kami harus bayar lagi ke penduduk lokal yang katanya tinggal di perahu tersebut, seharga 100 HKD (1HKD = Rp 1.507,-) untuk berdua {kalau gak salah ingat}

Selesai dari naik perahu, orang tur-nya foto tiap pasangan/keluarga. Pintar banget abis itu dia jual per foto 300HKD untuk 1 foto ukuran 6R dan 1 foto piring. Seperti kami ini yang sepasang, dia sudah cetak 2 foto 6R dan 2 foto piring. Total berarti harus bayar 600HKD. Tapi saya gak mau, saya bilang maunya satu. Pas yang lain tahu bisa beli satu, beberapa ikutan beli satu. Tapi ada yang satu keluarga berempat, sampai beli empat. Karena sudah tidak punya HKD, maka dia bayar pakai USD. Ya ampun…

foto piring

Agak sore, diantar ke MTR untuk menuju Shenzen. Setibanya di Shenzhen, kami diantar untuk makan malam lalu ke hotel untuk check in dan beristirahat. Tour Guide Shenzhen bagiku lebih ramah daripada yang di Hongkong, dia lancar sekali berbahasa Indonesia, sampai kami kira orang Indonesia yang kerja di Shenzhen. Ternyata bukan J

Jam 8 malam berkumpul lagi bagi yang ingin jalan-jalan di mall. Nah disini saya beli sepasang sepatu sandal seharga 88 yuan (1Yuan = Rp 1870,-), karena sandalku rusak di Disneyland. Harga jual tidak mahal, tidak murah, sama seperti kita berbelanja di mall mangga dua saja.

Saya juga membeli Memory Card 16GB seharga 55 Yuan. Tapi harus pintar nawar ya, untung suami membantu menawar. Saya beli memory card juga karena memory card sudah full selama di Hongkong karena merekam video pertunjukan di Disneyland.

Setelah berbelanja, kami pulang sendiri, karena mall dekat dengan hotel. Sampai hotel, kami langsung tepar, karena capek jalan-jalan J Nama hotel di Shenzhen adalah Century Plaza di Louhu District. Ukuran kamar hotel juga lebih besar dari pada yang di hongkong. Hotel Rambler Garden Hongkong lebih mirip Fave hotel di Indonesia, kamar kecil dan bawahnya mall.

Day 4: Shenzhen (B, L)

Pagi ini, setelah menikmati makan pagi, kami mengikuti city tour di Shenzhen dengan mengunjungi toko teh dan toko obat dengan konsultasi gratis. Teh yang ditawarkan adalah teh leci dan teh ginseng. Harga yang ditawarkan pertama kali dengan harga akhirnya kami membeli jauh sekali, bisa 1/5 dari harga awal. Parah banget deh.. Dengan 100 Yuan kami mendapat 4 kaleng teh leci. Tapi sesampainya di Indonesia, saya kasih kokoku, kokoku bilang “ini mah bukan daun teh tapi batang teh yang dikeringkan. Kamu kena tipu di Shenzhen. Daun teh yang dikeringkan itu bentuknya seperti ini (sambil dia tunjukkan teh yang dia punya).” L

Toko obat yang dikunjungi kali ini pasti rekanan tour juga, konsultasi gratis, tapi pasti disarankan untuk membeli obat. Saya dan suami tidak mau diperiksa. Sambil yang lain diperiksa, kami hanya lihat-lihat obat yang dijual di apotiknya saja. Di dalamnya juga ada jualan baju dan di jalan keluar gedung ada jual manisan. Nah disini kami beli manisan, karena manisannya justru lebih murah harganya daripada yang ditawari tour guide kami. Kami beli manisan/snack 50 Yuan dapat 6 bungkus. Kami tidak beli banyak karena niat beli lagi pada tour guide kami karena dia jual manisan yang berbeda. Eh, ternyata ada minimal order tapi kami tidak diinfokan dulu sebelumnya. Jadi kurang deh oleh-olehnya.

Setelah makan siang , kami diantar menuju Splendid of China, disana kita dapat menjumpai berbagai replika dan miniatur tentang China yang hampir atau bahkan mirip dengan aslinya seperti Great Wall, Forbidden City, Li River, Terracota dan masih banyak yang lainnya. Sebelum masuk ke dalam kami berfoto segrup besar dan per keluarga di taman depan gerbangnya.

Tapi karena suami berpikir mumpung di Shenzhen maka mau mengunjungi Window of the World juga. Dan karena lokasinya Window of The World dengan Splendid of China juga depan-depan-an. Maka kami bayar untuk biaya tiket masuk Window of the World 280 Yuan/pax yang tidak termasuk dalam paket tour kami. Dan supaya cepat mengelilingi maka kami beli tiket kereta untuk keliling Window of the World juga seharga 20 Yuan/pax. Di Window of the World kita dapat menjumpai berbagai replika dan miniatur tentang bangunan keajaiban dunia yang hampir atau bahkan mirip dengan aslinya seperti menara eiffel, piramida, dan lain-lain. Selesai naik kereta, kami keliling sendiri untuk foto-foto dengan cuaca yang amat sangat panas terik di siang hari.

Window of The World

Jam 3 atau 4 saya lupa, kami dijemput untuk keluar dari Window of the World untuk masuk ke Splendid of China bergabung dengan keluarga lain yang segrup tour tadi. Overall, kami kurang puas menjelajah Window of the world karena kami harus cepat-cepat ke Splendid of China yang termasuk dalam paket tour kami.

Dan karena keterbatasan waktu juga maka kami beli tiket kereta di Splendid of China. Karena tanpa kereta, Splendid of China tidak mungkin dapat kami jelajahi dengan cepat. Di sana ada dua buah taman. Kita bisa pilih kereta untuk kelilingi satu taman saja atau keduanya. Jika kelilingi dua taman maka biaya tiket keretanya 40 Yuan/pax. Kereta yang mengelilingi dua taman berhenti di dua lokasi untuk foto selama beberapa menit atau sama dengan 1 area foto per taman. Dan biaya tiket kereta ini tidak include dalam paket tour, jadi ambil dari persediaan uang kita lagi.

Splendid of China

Jam 5 sore waktunya menonton atraksi berdurasi 1 jam. Show yang terdiri dari tarian dan acrobatic ini bagus sekali. DVDnya dijual, tapi saat kulihat tayangannya, tidak sebagus jika lihat langsung. Jadi kami tidak beli DVDnya. Sayangnya selama show dilarang merekam dan memfoto.

Setelah itu makan malam di dalam Splendid of China dan ada waktu untuk berbelanja. Saya cukup terkesan kalau ada makan malam, karena di detil tour yang saya dapatkan tidak ada makan malam. Tapi di dalam detil tour yang saya dapatkan pertama kali dari weddingku.com tertulis mengunjungi China Cultural Village. Tapi itu tidak ada.

Saat makan malam ini jugalah kami ditawari hasil foto shot di siang hari oleh local tour tersebut. Foto seperti biasa di jual pada saat kami makan. Tapi di Shenzhen kami ditawari dua foto 6R (foto keluarga kita dan foto segrup) dan 1 foto piring dan hanya dijual seharga 100 Yuan – tidak semahal tour guide yang di Hongkong.

Jam 19.00 kami menonton atraksi lain yang sama bagusnya. Show ini bagus di malam hari karena ada permainan api. Bagi yang sudah lelah dapat meminta diantarkan ke hotel untuk beristirahat. Kami ya pilih nonton sampai habis acaranya.

Puas dengan tournya karena sampai jam 8 atau 9 malam terus. Tapi plus badan juga capek banget.

Oya, nama tour di Shenzhen adalah China Four Seasons International Travel Service Shenzhen Co, Ltd.

Day 5 : Shenzhen – Macau (B, L)

Pagi ini setelah menikmati makan pagi di hotel, kami check out untuk bersiap ke Macau dengan menggunakan Ferry. Setibanya di Macau, kami langsung dijemput untuk city tour mengunjungi Penha Hill, yaitu sebuah bukit yang masih kental dengan bangunan kolonialnya, banyak terdapat bangunan benteng, serta gereja tua yang sangat indah pemandangannya.Penha Hill

Tour guide kami di Macau ganti lagi, dengan bendera tour lain lagi. Tour guide di Macau bicara dalam bahasa Inggris, karena kami satu bis bukan hanya tourist dari Indonesia. Tapi ada yang dari India juga.

???????????????????????????????

Setelah itu dilanjutkan dengan mengunjungi Ruins of St. Paul`s, disana kami dapat melihat reruntuhan gereja St. Paul serta A-Ma Temple yang juga di kenal dengan nama Ma Kok Miu Temple yang merupakan kuil tertua di Macau, yang dibangun pada tahun 1488, pada saat pemerintahan dinasti Ming dan dibangun untuk memperingati Mazu atau Dewi Laut yang dipercaya selalu memberkati para nelayan di Macau.

???????????????????????????????

dan dilanjutkan menuju Venetian Resort, dimana terdapat bangunan serta kanal yang indah, tempat layaknya Venesia di Italy. Tapi Venetian Resort ini juga dikenal dengan tempat berjudi nomor satu. Ada beberapa teman yang memilih tinggal di hotel ini. Tentunya biaya tinggal di hotel ini jauh lebih mahal daripada hotel Grandview. Kami pilih tinggal di hotel Grandview di Estrada Governandor Albano de Oliviera.

Venetian Resort

Sore kami sudah diantar menuju hotel yang sudah ditentukan untuk proses check in dan beristirahat.

Day 6 : Macau – HKIA (B)

Seusai menikmati santap pagi, kami dijemput untuk menuju Hong Kong International Airport (HKIA) dengan menggunakan ferry.

Setelah check-in, kami menghabiskan waktu di HKIA untuk window shopping.

Flight pulang China Airlines (CI) HKG – CGK 16.35 – 20.20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s