PENGALAMAN LASIK

Akhirnya waktuku dilasik datang juga setelah jodohku ketemu🙂 lalu mundur-mundur cari waktu yang cocok antara dokter dengan jadwal kerjaku. Saya memilih lasik di JEC walau dibanding RS/ klinik lain lebih mahal, tapi karena JEC adalah pioneer untuk lasik dan memang sudah ternama untuk penyembuhan mata, saya memilih lasik di JEC. Hal lainnya adalah dekat dengan kosanku karena JEC ada di Menteng. Mudah untuk kontrol mata pascalasik nantinya.

Saya berumur 29 tahun saat lasik dengan minus 8 (kiri-kanan) ada silinder 1 atau ½ di salah satu mata hasil pemeriksaan di JEC. Kacamataku sih minus 8 tanpa silinder, karena saya mau hilangkan silinder.

Pralasik dan konsultasi saya di lakukan hari Sabtu, 24 Agustus 2013. Tapi karena cari waktu yang pas untuk cuti 2 hari dari kerja, maka saya putuskan lasik tgl 26 September 2013, hari Kamis, beda 1 bulan dengan hari pemeriksaan pralasik. Pilih kamis, karena Dr. Johan ada di JEC Menteng hanya hari Selasa, rabu, kamis dan Sabtu saja. Inginnya sih Jumat, tapi Jumat Dr. Johan adanya di Kedoya. Tapi itulah rancangan manusia, rancangan Tuhan membuat saya lasik hari Jumat juga dengan Dr Johan di Kedoya menggunakan mesin z-lasik terbaru yaitu 6 dimensi, karena mesin z-lasik di Menteng sedang rusak dan tidak tahu kapan sembuhnya.

Hari-H Lasik (27 September 2013)

Saya diminta datang jam 12. Jam 12.00 tunggu giliran untuk periksa mata sesuai dengan mesin JEC Kedoya, karena sebelumnya saya diperiksa di JEC Menteng untuk mesin z-lasik Menteng. Jadi beda mesin lasik, maka pemeriksaannya juga berbeda. Makanya diperiksa ulang matanya. Tapi hanya beberapa mesin saja, yaitu yang diminta lihat lampu berputar-putar dan kita tidak boleh ngedip (pemeriksaan pentacam)

Jam 13.00 dipanggil masuk ke dalam ruangan dengan lepas sandal dan kita boleh ke toilet dulu. Masuk ruangan, kita tidak sendiri tapi pasien beserta peneman, karena ada surat persetujuan mengenai harga dan penjelasan pasca lasik, lalu tanda tangan. Setelah selesai urus administrasi, peneman kita keluar, dan saya dipakaikan jubah hijau dan shower cap hijau, seperti biasanya pasien yang akan dioperasi. Setelah itu duduk atau agak tiduran karena kursinya bisa dilurusin bagian kakinya jadi kita tiduran. Bagus sofanya J

Setelah berbaring, mata bagian luar kita dibersihkan dengan betadin, sepertinya untuk bersihkan eye shadow. Lalu mata kita di tetesi obat bius mata. Jadi bius mata hanya dengan tetes mata saja. setelah ditetesi mata, mata rasanya perih sekali. Mata ditetesi dua kali. Setelah beberapa lama, tiba giliranku yang dilasik. Hari itu ada 16 mata yang dilasik di JEC Kedoya. Saya pasien kedua yang di lasik hari itu oleh Dr. Johan.

Sebelum masuk ruangan, kita boleh tanya-tanya dengan dokter. Dr. Johan bilang “sudah doa kan? Nanti sambil doa dalam hati ya”. Maksudnya supaya saya tidak tegang, karena memang lasik itu pasien harus kooperatif dengan apa yang dikatakan dokter. Saya masuk ruangan operasi lasik dengan dituntun, lalu pakai sandal plastik seperti sandal crocs. Lalu berbaring di bed yang di atasnya siap mesin untuk laser.

Tahap pertama, kepala kita diposisikan yang tepat di bawah mesin, ternyata jepit rambutku mengganggu sehingga sempat dilepas dulu. Setelah itu mata saya dipasang penyangga. Selama lasik, dokter bercakap-cakap dengan saya supaya tenang dan juga mengikuti instruksinya. Mata yang dikerjakan dulu adalah mata kanan. Setelah pasang penyangga mata kanan, mata kanan di pasang alat untuk membuat flap. Mata kita harus fokus pada cahaya hijau. Awalnya penglihatan buram lalu gelap selama beberapa detik. Lalu flap dibuka untuk siap di laser oleh dokter. Selama operasi tidak ada rasa sakit, hanya terasa saat dipasang penyangga. Lalu saat dilaser kita harus lihat lampu warna merah dan tidak boleh lirik-lirik. Asisten dokter menghitung detik 1,2,3 .. dst setiap buat flap dan lasernya. Saat di laser, saya tidak niat lirik, tapi karena lelah, mungkin mataku gak fokus sehingga di mata kanan, saya kena tegur 2 kali karena lirik-lirik katanya.

Saat di laser, benar kata para blogger yang dilasik bahwa kita akan mencium bau terbakar seperti nyamuk terpanggang dalam raket listrik. Setelah laser, Dokter membersihkan cairan mata sebelum ditutup flapnya kembali dan melepaskan penyangga mata. Nah, dilakukan hal yang sama untuk mata kiri saya. Saat laser mata kiri, saya juga sempat ditegur karena mata gak fokus lagi 1x. Setelah selesai selama 15-20 menit, saya dituntun lagi pake sandal ke luar ruangan, lalu lepas sandal dan kembali tiduran diruang bareng perawat administrasi.

Mata saya masih buram dan mulai perih secara perlahan. Beberapa saat kemudian, saya ditanya sudah makan apa belum, karena saya jawab belum, saya diberi roti. Tapi perawat itu malah tidak datang lagi setelah saya habiskan roti, sampai saya panggil perawat di sana, ini mata saya sebaiknya ditutup atau buka aja. Setelah itu saya baru diberi 1 tablet obat penghilang rasa nyeri. Mungkin karena saya terlambat makan obat penghilang rasa nyeri, mataku berasa sakit sekali. Setelah ditutup, mau buka lagi tidak bisa. Tiap buka mata, pasti langsung keluar air mata. Mataku tidak bisa buka sampai saya tiba di kosan jam 6. Yang buat saya sangat khawatir dan takut adalah pasien lain sudah pada pulang dengan membuka mata. Sedangkan saya sudah 3-4 jam tutup mata, belum bisa buka juga. Walau kata perawatnya itu wajar dan memang berbeda-beda pada setiap kondisi mata pasien. Saya pulang masih di dorong kursi roda, dan selama di taksi masih tutup mata. Saat saya pulang, hanya tinggal saya dan 2 pasien lain. Oya, setelah kita dilasik, kita akan menggunakan pelindung mata (dop). Pelindung mata ini seperti kacamata renang bening tapi berlubang-lubang di pinggirnya. Makanya saat saya keluar air mata karena perih, air matanya ngalir ke pipi.

Sampai di kos makan dan tidur cepat. Mata sudah bisa lihat jam dinding walau belum jelas benar. Kita juga diberikan obat tetes mata 3 warna yaitu hijau, merah, dan kuning. Tetes mata hijau adalah air mata buatan yang ditetesi 2 jam sekali. Sedangkan tetes mata merah dan kuning adalah anti biotik yang di tetes pagi, siang, sore, dan malam.

H+1 Lasik

Mata tidak perih hanya terganjel, seperti lagi menggunakan softlense. Jam 11.30 saya kontrol mata ke JEC Menteng dengan Dr. Johan lagi. Hasil dengan mesin sih SPH +1 dan Cyl -1. Tapi saat test baca tulisan di ruangan dokter, katanya minusku sudah 0 (nol). Hanya sekarang penglihatannya masih belum benar-benar pulih, tapi akan perlahan pulih penglihatannya. Jadi sekarang baru 80% kejelasan penglihatannya. Saya bisa ketik bbm dari sejak selesai lasik, hanya akan buram-buram dikit. Pelindung mata dop sudah bisa dilepas dan hanya digunakan saat tidur siang/malam selama 2 hari. Sedangkan kalau keluar ruangan menggunakan sunglass, untuk menghindari diri dari sinar ultra violet matahari. Dokter bilang, sunglass bukan hanya untuk pasien pasca lasik, tapi mata normal juga perlu pakai, supaya pas tua tidak kena katarak karena kulit saja kena UV jadi hitam, mata kita bisa katarak kalau kena UV.

Malamnya saya sudah bisa ke undangan tapi ya hanya cuci muka dengan washlap tanpa makeup ke resepsi pernikahan teman gereja bersama keluargaku. Ciciku yang setir dan jemput saya dari kos. Control lagi ke dokter 2 minggu lagi.

H+2 lasik

Mata masih silau-silau. Ku jaga mata dari debu dan cahaya terang dengan sunglass. Tapi masih dong bisa lap-lap meja, karena di rumah tidak ada PRT dan penuh debu.

H+3 Lasik

Mata cepat lelah dan kering, tapi mataku bersih tidak merah. Penglihatan berasa peningkatannya. Tapi masih perlu istirahat, jadi masih tidak masuk kerja. Karena kalau kerja saya pasti lihat laptop sepanjang hari. Saya sore ke kosan sudah langsung sapu pel kamar, tapi gak berani keramas rambut sendiri. Jadi ke salon keramas rambut dan tutup muka selama keramas dan pengeringan. Sedangkan saya cuci muka sudah pakai air tapi tutup mata dan hati-hati saat lap mukanya supaya gak menekan mata.

H+4 lasik – H+6 Lasik

Sudah masuk kerja, tapi mata masih cepat lelah dan gak tahan dengan sinar laptop lama-lama. Sesuai aturan juga, tidak lupa menetes mata.

H+7 Lasik – H+13 Lasik

Karena sudah gatal banget rambut tapi tiap malam kemarin-kemarin, keluar kosan, ada urusan dengan pacar, jadi gak sempat keramas di salon. Maka saya memberanikan diri keramas dan cuci muka sendiri dengan tutup mata sampai dengan muka di lap handuk dan rambut dibungkus handuk, baru deh mandi badan.

Puji Tuhan, mataku sehat dan penglihatannya baik sampai hari ini (H+15 Lasik). Kadang-kadang masih merasa sedang menggunakan soflen. Hari demi hari, ketajaman mata semakin membaik.

Petunjuk sebelum dan sesudah lasik untuk pasien JEC juga bisa diminta duluan ke ruang Lasik, supaya kita dapat persiapan dengan baik untuk LASIK. Yang jelas selama 1 bulan setelah lasik tidak boleh berenang dan masih merawat mata dengan baik dari air dan sabun ya.

H+14 Lasik

Kontrol mata ke Dokter dan hasilnya katanya mataku masih sisa 0.25 dan mata kananku ada luka baret-baret karena dulu memakai soflen. Tapi bisa hilang dengan tetes mata dan obat. Setelah obat tetes mataku yang sekarang habis, harus dilanjutkan dengan tetes mata baru yang diberikan. Tetes matanya 4x sehari dan diberikan vitamin baru yang harus dimakan 2x sehari selama 2 minggu. Setelah ini baru kontrol 3 bulan lagi.

Harga tiap kali kontrol Rp. 300.000,- dan harga obat sekitar Rp. 300.000,-

12 thoughts on “PENGALAMAN LASIK

  1. Saya habis melakukan Z Lasik pada hari selasa, saya juga memiliki silinder, tpi di H+2 setelah lasik, sesuatu yg saya liat masih berbayang, cahaya juga berbayang.. namun bisa melihat huruf yg jauh.. Apa hal seperti itu memang wajar dialami pasien setelah lasik? Terima kasih.. Hanya ingin bertanya pengalaman mas heehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s