THE FUTURE LEADER 2

“The Future Leader 2” adalah program pencarian talent untuk menjadi pemimpin masa depan di bidang manajemen bisnis di Indonesia. Program ini diselenggarakan oleh PPM School of Management. “The Future Leader 2” (TFL 2) merupakan suatu kompetensi untuk memperebutkan 10 beasiswa Prof. Dr. A.M. Kadarman untuk mengikuti program MM Reguler Wijawiyata Manajemen di PPM School of Management.

TFL diselenggarakan satu tahun sekali. Tahun 2008 email tentang TFL ini di bulan November, tapi tahun ini lebih cepat yaitu di bulan Oktober. Untungnya, saya masih sempat membaca dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan walau dalam waktu singkat, yaitu satu minggu. Setidaknya, tidak seperti tahun kemarin dimana saya terlambat membaca email tentang beasiswa ini dari milist kampusku.

Tahap pertama penyaringan adalah tahap administrasi, dimana pelamar harus mengirimkan copy ijasah dan transkrip S1 yang telah dilegalisir (IPK min 3 dari skala 4); surat keterangan organisasi atau kepanitiaan; copy dokumen-dokumen penghargaan atas prestasi tertentu; copy nilai TOEFL >= 450; Foto seluruh badan ukuran postcard; surat rekomendasi; essay; formulir data calon peserta (usia maks 26 tahun) paling lambat tanggal 30 Oktober 2009 (cap pos).

Terakhir kali saya test TOEFL adalah waktu saya lulus kuliah S1 (tahun 2006), sehingga saya mesti belajar bahasa Inggris lagi dan test TOEFL segera. Untungnya nilai TOEFL-ku tahun ini tidak lebih rendah dibandingkan dengan 3 tahun lalu. Selanjutnya hal yang perlu dipersiapkan adalah surat rekomendasi. Tapi sayangnya hingga dengan batas akhir pengiriman, saya tidak juga mendapatkan surat rekomendasi dari dosen pembimbing skripsi 1 maupun dari dosen wali saat saya kuliah program pindahan D3 ke S1 di STT Telkom.

Hanya kata mutiara dan bahan ”Saat Teduh” dari Manna Sorgawi yang senantiasa menguatkan saya, yaitu ”Tuhan melengkapi kekuranganmu”. Malam sebelum batas akhir pengiriman, dalam kantukku saya coba mengarang essay. Besok paginya di kantor saya baru mengetiknya dengan berpikir (atau beriman) akan mendapat surat rekomendasi dari dosen kampus. Namun waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang tetapi tidak ada email atau fax surat rekomendasi yang masuk, sedangkan pembimbing 2 skripsiku masih tidak dapat kuhubungi juga. Akhirnya, saya memutuskan untuk menelepon panitia TFL2 dan saya mendapatkan informasi yang melegakan bahwa surat rekomendasi boleh dari atasan jika saya sudah lama bekerja.

Lagi-lagi Tuhan menolongku karena atasan ada di mejanya dan dapat langsung kupintai untuk mengisi form surat rekomendasi. Hari itu adalah internal day di kantorku, hari kerja dimana karyawan menggunakan baju bebas dan bebas mempunyai acara tetapi tetap mengutamakan pekerjaan. Hari itu saya dapat mengetik ulang essay, mencetaknya, menyiapkan dokumen, dan mengirimnya melalui TIKI. Selesai itu, saya baru kembali bekerja walau teman kantor lain keluar.

Sebenarnya saya tidak yakin akan lolos tahap 1 ini, karena salah satu teman kantorku bilang bahwa tidak boleh ada kesalahan atau kekurangan sedikit pun. Sedangkan saya menggunakan foto 3×4 (bukan 4×6) karena hanya itu yang saya bawa; dan copy ijasah Diplomaku belum terlegalisir (walau ijasah dan transkrip Sarjanaku terlegalisir); serta saya baru dan pertama kali membuat essay.

Ya Tuhan menolongku lagi sehingga saya lolos seleksi tahap 1 dalam daftar 80 peserta yang lolos. Selanjutnya, kami harus mengirimkan jawaban dari soal kasus manajemen untuk penyeleksian masuk ke 30 besar sebelum tanggal 11 November 2009 melalui email. Pengumumannya akan ditayangkan tanggal 16 November 2009 (”Tanggalnya sama dengan tanggal lahirku dan nilai beasiswanya sama dengan tahun kelahiranku, bolehkah saya Percaya Diri saat ini?”).

Sungguh besar kebaikan Tuhan kalau saya masuk dalam daftar 30 besar itu dan boleh mengikuti seleksi tahap 3. Finalis 30 orang ini diundang untuk mengikuti kompetisi TFL2 di Jakarta selama satu minggu 7-11 Desember 2009, dengan biaya transportasi dan akomodasi di tanggung oleh panitia. ”Terima kasih PPM”.

Cerita 5 hari yang berkesan ini akhirnya dimulai juga. Kami yang sedang bekerja, mengambil cuti dari aktifitas kantor selama 5 hari dan bahkan ada peserta yang resign karena belum mendapat jatah cuti. ”Ya semua adalah pilihan dan tiap pilihan pasti ada resikonya.”

Hari pertama adalah pikotes dan penilaian dari para juri (terdiri dari 3 orang). Hari pertama inilah kami mulai berkenalan satu sama lain, yang jelas ada 11 perempuan dan 14 laki-laki, dengan total 25 peserta karena 5 orang lain mengundurkan diri dan tidak datang psikotes. Saya bertemu dan berkenalan dengan orang-orang dari universitas, domisili, dan angkatan yang berbeda-beda. Hari pertama: ”Perkenalan yang menyenangkan”.

Hari kedua (Selasa) sampai dengan hari keempat (Kamis pagi), kami mengikuti Pancawati Outdoor Training (POT). Hari ini jumlah kami menjadi 24 orang karena salah satu peserta sakit dan dianggap mengundurkan diri. ”Walau saya tidak enak badan, untungnya saya masih kuat menjalani hingga akhir”. Kami kumpul jam 8 pagi di PPM dan berangkat menuju ke Puncak, tepatnya Curug Panjang. Selama perjalanan, kami se-mobil belajar menyanyi ”mars TFL”: ”Yes, I am a leader” dengan musik dari HP seseorang dari kami.

Sesampainya di Curug Panjang, kami menuju ke lokasi perkemahan sambil membawa tas perlengkapan kami masing-masing; dan berkenalan dengan mas Ega serta mas Ageng sebagai penanggung jawab 2 tim. Dua tim ini adalah kami yang 24 orang dipecah menjadi 2 tim untuk bersaing di tiap games yang diberikan. Namanya group A (Alfa) dan group B (Bravo).

Hari pertama POT, saya masuk dalam group A (Alfa). Tim yang luar biasa semangat, inisiatif, dan anggotanya dominan di tiap games🙂 . Games pertama adalah membuat tenda tidur dan tenda masak. Wah saya ini tidak pernah ikut kegiatan pramuka sebelumnya, jadi bingung juga diminta membuat tenda. Tapi inilah kekuatan sebuah tim yaitu saling membantu dengan melihat dan mengikuti instruksi teman yang bisa membuat tenda. Akhirnya, kami bisa membuat tenda yang kokoh dan baik dalam durasi waktu yang diberikan. Sebagai penghargaan, tim Alfa yang menang mendapat makan siang enak dengan daging, sedangkan tim Brafo makan siang dengan tempe kecap.

Games kedua adalah susun puzzle, sayangnya grup Alfa di-diskualifikasi karena 2 orang dalam tim kami memasuki area pemasangan puzzle dalam waktu bersamaan. ”Tidak ada yang perlu disalahkan, biar tiap orang mendapat pelajaran masing-masing saja..”

Games ketiga adalah ”tandu buta” (hingga kini kami masih suka salah sebut dengan sebutan ”tenda buta” :)  ). Tiap tim membuat tandu dan memulai rute perjalanan dimana hanya ada satu orang yang duduk di atas tandu untuk melihat dan memberi pengarahan kepada anggota lain yang buta serta mengambil bendera. Setelah mendapat bendera, orang yang di atas tandu harus diganti dengan yang lain, sehingga tiap orang mendapat gilirannya. Kami tim Alfa meskipun ramai bersuara semua tetapi mampu memenangkan permainan.

Games keempat: ”Flying ball”. Seseorang dari anggota tim akan digantung untuk mengambil bola dengan 3 pengarah dan 1 tim penarik tali untuk mengangkat dan menurunkan si pengambil bola. Games ini tim kami kalah cepat sedikit walau pun di dua kali sesi permainan.

Games hari ini selesai dan kami diperbolehkan mandi dan beristirahat hingga bahan untuk memasak datang. Sebelum matahari terbenam kami mencuci peralatan memasak dan memasak nasi serta sayur bersama-sama. ”Menurutku, kelompok Alfa bukan hanya suka kebersihan saja, tetapi orang-orangnya sangat terampil dan suka membantu. Para pria ini bahkan membantu dalam proses memasak dan mencuci. Salut..”

Setelah sharing kelompok dan makan bersama, tiap kelompok disertai oleh Penanggung Jawab (PJ) masing-masing kelompok berdiskusi dan mengisi kartu hijau dan kartu merah. Kartu hijau untuk orang yang menurutmu bagus dan kartu merah untuk orang yang perlu perbaikan. Ternyata kartu ini bukan hanya dikumpulkan tetapi dihitung bersama-sama. Kemudian muncullah nama si Dominan, si Koordinator, si Tenang, dll. Si penerima nilai ditanya pendapatnya dan alasan yang ditulis teman-teman dibacakan, sehingga kami bisa men-intropeksi diri menurut pendapat teman-teman kami satu tim. ”Terima kasih untuk teman-teman yang telah menulis namaku di kartu hijau dan merah.”

Karena secara total keseluruhan tim Alfa kalah dari tim Bravo maka kami tidak mendapat sleeping bag (kami kadang menyebutnya dengan sebutan ”Spring bed”🙂 ) malam ini. Wah wah benar-benar dingin di tengah malam, jaket, kaos kaki, dan sarung tangan seakan-akan tidak mampu menahan dinginnya malam. Bersyukurlah bagi teman-teman yang kuat dalam dingin, karena saya tidak😦 . Terima kasih untuk teman-teman yang telah membuat Milo Jahe (MiHe) dan roti mentega gula. Karena kami yang kedinginan langsung merasa hangat setelah meminum dan memakannya.

”Nama orang tidak akan disebut disini karena tiap orang punya bagiannya masing-masing sehingga 5 hari ini berkesan.”

Pagi di hari ke-dua POT, mulai dengan olahraga bersama yang diintruksikan oleh mas Ageng dan mas Ega. Selanjutnya, kami mandi dan bersiap-siap untuk aktifitas berikutnya. Setelah kami berkumpul, kami di re-group menjadi tim Alfa dan tim Bravo yang baru. Saya dan beberapa teman masuk tim Bravo sekarang dan perlu memindahkan barang-barangnya ke tenda yang baru.

Games pertama hari ini adalah games petualangan dengan berbekal peta, dimana di tiap post ada games-nya lagi. Kami merasakan kebingungan dengan peta, dingin dan derasnya air sungai, serta tentunya peranan dan pertolongan masing-masing orang. Ada yang disebut koordinator, observer, pembawa bekal, tim penolong dengan talinya, dan lain-lain. Bahkan saya sempat ditempeli lintah di kaki, untung ada yang menolong untuk melepaskannya di saat para pria sedang sibuk membantu yang lain menyebrangi sungai. ”Para pria gentleman dan para wanita kuat mandiri”. Games di tiap post juga bukan main luar biasanya dimana kami bisa kompak dan berperan dalam kemampuannya masing-masing. ”Munculnya 9 titik dan 16 titik🙂 ”

Grup Bravo menang walau bisa dikatakan BeTi juga (Beda Tipis). Reward bagi pemenang kali ini juga makan siang enak. Setelah membersihkan diri atau mandi, kami kumpul lagi untuk games ke-dua yaitu mengambil bendera yang digantung kira-kira 5 meter tingginya. Untuk mendapatkannya kami harus menemukan, mengambil, membawa, dan merakit peralatan yang disediakan untuk dapat mengambil bendera tersebut. Entah kami masih kelelahan setelah games pertama atau alasan lain, kami kalah dalam games ini. Sehingga sebagian dari kami mesti rela tidur tanpa sleeping bag lagi😦.

Sebelum matahari terbenam kami membersihkan diri dan memasak, tentunya sempat sharing bersama juga. Saya mencoba memasak dengan cara yang lain dari hari pertama, tapi sayang sekali cara ini tidak berhasil seperti hari pertama. Maaf ya temans… Oya terima kasih untuk teman-teman yang antusias memasak bahkan jadi memasak dari nasi hingga rawonnya🙂

Karena ide dari seseorang sehingga grup Alfa dan grup Bravo makan bersama. Makan bersama dengan ritual yang unik (bukan hanya berdoa dan memulai bersama saja), yaitu menamai makanan kami oleh koki yang dominan memasak dan menjentikkan jari secara berantai. Grup Alfa menikmati ”nasi crispy” dan ”hot black soup”; sedangkan grup Bravo menikmati ”nasi jadi” dan ”hot not very black soup”. Makan bersama diakhiri dengan toss minuman bersama-sama. Panitia yang melihat hal tersebut memberi berita bahagia yaitu istirahat cepat tanpa ada sharing malam hari lagi. Tetapi berita buruknya: kami harus bangun pagi hari jam 2 untuk games terakhir.

Games terakhir di malam atau pagi hari yang gelap gulita itu, kami harus berjalan dalam rute yang diterangi oleh obor saja. Di post pertama kami diberi lilin dan alat tulis untuk mengisi tugas yang diberikan. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan kami lagi. Tetapi kali ini muncul penolong-penolong (atau malaikat) yang menerangi jalan kami dengan lilin dan menginformasikan kami untuk berhati-hati berjalan dalam jalan yang tidak mulus itu. Setelah dari post dua dan mengisi tugas juga, kami menuju post ke-tiga. Setelah dari post ketiga ke post ke-empat, matahari mulai terbit menerangi langkah-langkah kaki kami. ”Indah saat Tuhan menciptakan terang itu.”

Setelah itu, kami berkumpul dan diminta bersiap-siap untuk kembali ke PPM karena POT untuk kami telah berakhir. Kemudian kami membawa barang kami masing-masing ke parkiran. Di perjalanan menuju Jakarta, sebagian besar dari kami tertidur lelah.

Setelah tiba di PPM, kami diberi kasus manajemen lagi. Kami dibagi dalam 6 kelompok sekarang, dimana tiap kelompok akan berdiskusi dan membuat slide presentasi malam itu juga, serta mengumpulkannya maksimal jam 7 malam.

Hari Jumat (hari terakhir), tiap kelompok harus presentasi di depan lima orang juri dalam waktu yang cukup singkat namun padat. Siang hari hingga sore adalah saat-saat kami latihan dan gladi bersih untuk graduatian pukul 18.30; tetapi diselingi acara bebas dimana kami dapat bercanda dan berjalan-jalan bersama di lingkungan PPM. Karena dalam acara graduation kami harus menyanyikan ”Mars The Future Leader”, maka kami latihan nyanyi dan koreografi🙂 . Keluarga peserta yang tinggal di daerah Jabodetabek juga diminta menghadiri acara graduation.

Akhirnya, dalam acara graduation ini terpilih 10 orang dari kami yang berhak mendapat beasiswa MM di PPM School of Management.

”Menang dan kalah itu tidak benar-benar ada karena kita semua telah berjuang dan ada kemenangan dalam bentuk yang berbeda. Ada sms dari seorang teman yang menurutku bagus: Jika Tuhan menJAWAB doamu, Dia sedang menambahkan imanmu. Jika Dia meNUNDA, Dia sedang menambahkan kesabaranmu. Jika Dia menjawab TIDAK, Dia punya sesuatu yang terindah untukmu.

Setelah acara graduation berakhir, kami masih melanjutkan kebersamaan kami dengan acara kebersamaan dari malam hari hingga Sabtu pagi dimana kami berpisah satu sama lain. ”Walau tidak dekat, biarlah kita bisa tetap keep in touch satu sama lain menggunakan teknologi.”

Notes: Penulis berusaha tidak memunculkan perasaan atau pemikiran dari siapa pun, tapi maaf jika ada perasaan dan pemikiran dari penulis. Maaf jika ada kesalahan dalam menulis baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

10 thoughts on “THE FUTURE LEADER 2

  1. wah.. aku baru tahu bagaimana persiapan untuk tahap administrasi dilakukan. sedetail itu.. luar biasa..

    aku baru tahu juga, jika Nengsih yang ditempeli lintah bukan Ingrid.. kadang aku berpikir, orang macam apa aku ini.. padahal satu tim.. maap ya..

    banyak yang aku pelajari dari tulisan kamu ini. bagaimana menempatkan seseorang tanpa harus mengenakan simbol (baca : nama, dan lain-lain)

    terima kasih, bagiku ini kisah yang luar biasa..

  2. woww… inspiratif mba ceritanya… walaupun sudah berlangsung 3 tahun lalu.. mba saya anfal alumni IT Telkom (formerly STT TELKOM — angakatan 2006) dan sekarang kerja disalah satu operator, aku juga mau ikut TFL di PPM mba, setelah saya liat perjalanan test untuk masuk kedalam 10 besar rasanya cukup berat, tapi mudah mudahan saya diberi kemampuan untuk terus maju.. untuk itu mba klo gak keberatan saya minta sarannya dalam mengikuti seleksi ini, mudah mudahan ada tips yang bermanfaat buat saya terlebih dari sama sama berasal dari almamater yang sama.. klo mba ada waktu mohon di emailkan kesaya tips nya ya mba ke email saya di anfal.alfanji@gmail.com . sekali lagi saya ucapkan terima kasih sekali jika mba bersedia membantu, mudah mudahan saya bisa nyusul mba untuk masuk ke 10 besar.

    • Salam kenal Anfal. Sudah mendaftar untuk TFL4 dengan kirim berkas ke PPM kah?
      Jalani saja satu per satu prosesnya dengan percaya diri (tapi tidak sombong). Tunjukkan semangat dan kemampuanmu dalam setiap tahap tanpa menjatuhkan orang lain karena yang dilihat adalah Self Confidence, Relationship Building, Passion of Growth, dan Leadership.
      Good Luck🙂

      • mba’ ceritax inspiratif banget,,,,slam kenal mba’ nengsi aq wandy….pingin nanya banyak hal tntang TFL. kmarin aq sempat apply TFL 2011 n mnggu konfirmasi dr panitia tgl 18 nov. klo yg lolos selksi adm akan ada soal kasus yg akn dikerjakan unk seksi 30 besar. aq pngen konfirm ama mba’ klo bsa kasi gmbran dikit tntang itu. mba’ nengsih bsa konfrm d e-mail aq wsuwandy80@yahoo.com

  3. Sepertinya pengalaman yang sangat menarik dan berkesan…
    Salam kenal mbak… Aq Phipit. Tahun ini aq ikut TFL 5, mbak..
    Klo mbak berkenan, aq minta saran mengenai tes yang akan dilalui di hari pertama. Misalnya tentang jenis tesnya, alokasi waktunya, ada wawancara atau tidak, pertanyaan seperti apa yang ditanyakan pada saat wawancara, apa saja yang dinilai oleh juri-juri pada tes hari pertama tersebut, dll…
    Mohon bantuannya ya, mbak… Tolong dikirim ke e-mail aq, mbak.. Terima kasih sebelumnya…🙂

  4. hallo salam kenal…postingnya sangat inspiratif dan sangat membantu..
    perkenalkan nama saya hendri..saya berencana juga untuk ikut TFL yg ke 6 akhir tahun ini..
    seandainya bukan background dari ekonomi..kemungkinan untuk bisa di terima nya besar atau tidak ya?(kebetulan saya dari teknik..hehhe..)
    ada ngk ya literatur yang bisa bantu kita untuk belajar tentang test nya..
    makasih banget sebelumnya kak…Gbu..
    hendri_ck@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s