Modus Operandi Perampokan/Pencopetan Baru

Jumat 16 Januari 2009, saya pulang dari kantor jam 7 malam. Setelah naik bis Primajasa, saya naik angkot 121 dari Kp. Rambutan ke Cileungsi seperti biasanya. Dari Rambutan sampai Cibubur hanya 4 penumpang termasuk saya sendiri yang duduk di belakang. Saya cukup merasa aman karena ada penumpang wanita walau ada yang pria, tapi masih remaja dewasa dengan earphone di telinganya. Di jambore pun tidak ada penumpang naik. Tapi, di Cibubur setelah melewati Shell, menjadi banyak penumpang naik satu per satu. Karena saya turun paling terakhir maka saya bergeser duduk dari tengah ke pojok belakang – deretan kursi sebelah kiri supir. Saya pun tidak terlalu memperhatikan hingga semua kursi terisi penuh.

Hal yang janggal terjadi saat orang disebelahku menidurkan tas ransel di pangkuannya sehingga mengenai tasku. Seketika itu juga saya menjadi curiga. Tapi ada penumpang lain sebelahnya yang memintaku untuk membuka jendela yang ada dibelakangku dengan alasan panas. Saya coba buka beberapa saat tapi terasa sulit karena posisinya benar-benar di belakangku dan saya merasa tangan kiriku yang kuletakkan di atas tasku semakin terdorong. Saya sempat berkata kepada orang yang memintaku buka jendela itu: “Kenapa gak buka jendela yang disitu, disitu juga ada jendela?” – karena sebenarnya ada jendela di belakangnya. Dia menjawab, “Jendela ini susah dibuka”. Saya hanya coba beberapa saat lagi hingga saya merasa susah bukanya dan saya kembali pada posisiku semula serta menggeser tasku. Orang yang bilang kepanasan itu seketika pindah tempat duduk ke bangku depan pintu masuk. Kemudian orang di sampingku memberdirikan tas ranselnya. Saya lihat langsung tasku dan terlihat jelas reslating tasku bergeser menjadi tidak rapat.

Tak lama kemudian wanita yang duduk di posisi ke dua di belakang supir juga diminta buka jendela di sampingnya, tapi oleh orang lain lagi – orang ini duduk di depanku dan berselang satu orang dengan wanita itu. Dia dengan keras meminta wanita ini membantunya mendorong jendela yang keras di dorong itu hingga benar-benar terbuka. Sesudah berhasil mendorong jendela itu, saya tidak melihat wanita itu merasa kehilangan sesuatu, tetapi dari raut mukanya dia tampak merasa risih saja.

Beberapa menit kemudian orang di sampingku turun dan membayar ongkos ke supir seperti penumpang normal, lokasi dekat-dekat Citra Gran. Kemudian beberapa meter kemudian, orang yang memintaku buka jendela dan duduknya pindah ke bangku depan pintu masuk itu – turun juga. Dan beberapa meter kemudian juga, pria yang meminta wanita itu buka jendela turun juga. Setelah itu penumpang lain turun satu per satu dengan jarak dekat. Saya tidak berani bicara, karena tidak tahu apakah penumpang-penumpang itu masih komplotan atau bukan. Pacar wanita itu yang duduk di depannya berbicara agak berbisik ke wanita itu kalau orang-orang yang baru turun itu perampok. Dan memang sepertinya wanita itu tidak kehilangan apa-apa sampai dia dan pacarnya turun di perempatan Nagrak-Cikeas.

Setelah lumayan sepi penumpang angkotnya, saya yang penasaran – mencoba menggeser jendela di belakangku dan ternyata memang susah dibuka. Kemudian saya bergeser agak ke tengah kembali dan coba buka jendela yang di tengah, ternyata sangat mudah dibuka tutup. Karena sudah malam dan tidak ingin masuk angin, saya minta pria remaja dewasa yang menggunakan earphone itu dan duduk depanku – untuk tutupkan jendela depanku itu. Kulihat jendela itu cukup keras, tapi masih bisa ditutup dengan mudah jika benar-benar ditarik.

Teman-teman sekalian harap berhati-hati karena ini tidak hanya dapat terjadi di sini saja. Karena saya sudah hampir 2 tahun pergi-pulang kantor-rumah, baru menemukan modus seperti ini. Jadi waspadalah.. waspadalah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s