KUALA LUMPUR

Pada 9-12 Januari 2010 saya mengunjungi Kuala Lumpur, Malaysia untuk ke-dua-kalinya, namun pertama kali bagi keluargaku yang terdiri dari papa, mama, dan cici (kakak perempuan). Tiket ini kami pesan setahun sebelumnya saat promo air asia seat Rp.0,-. Total harga tiket per orang lengkap dengan bagasi, asuransi, dan airport tax malaysia kira-kira Rp.300.000,-/orang.

Pesawat kami take off pukul 06.25 sehingga kami harus berangkat pagi-pagi dan meminta early check-in hotel. Hotel yang kami pesan setelah mempertimbangkan hasil browsing adalah Citin Hotel, Puduraya (http://www.citinpudu.com) – termasuk hotel bintang 3 dan dekat dengan pusat kota. Hotel ini terletak tepat di seberang terminal bis Puduraya dan 10 menit perjalanan dari stasiun LRT (Rapid KL) Plaza Rakyat. Biaya menginap untuk sebuah kamar Superior (2 orang) disini adalah RM110/night (include tax). Jadi total untuk 4 orang dan 3 malam adalah RM660. [1RM = 2.780 IDR]

Alternatif kedua tempat menginap kami adalah Wira Hotel, termasuk hotel bintang 2 dan terletak dekat stasiun LRT PWTC tapi tidak dekat dengan pusat kota, harga total untuk sebuah kamar Family-Quad (4 orang) selama 3 malam adalah 1.611.995 IDR (include taxes and service fees).

Setelah kami mendarat di LCCT – terminal untuk budget airlines, kami langsung menuju ke tempat pemberhentian skybus airasia. Bis ini menuju ke KL Sentral dengan harga tiket RM9/orang. Sesampainya di KL Sentral saya mengajak untuk membeli langsung tiket ke Genting untuk keberangkatan hari Seninnya (11 Januari 2010) supaya lebih bebas memilih waktu berangkat dan pulangnya. Tetapi info dari teman kami yang tinggal di Malaysia adalah lebih baik membeli di Terminal Putra hari Senin, karena hari kerja biasanya macet sehingga lebih baik naik LRT ke Terminal Putra, beli tiket dan naik bis ke Genting dari sana. Tambahnya, kami juga tidak perlu khawatir kehabisan tiket karena hari kerja lebih sepi. Sehingga, kami ikuti saja sarannya. Informasi lainnya adalah di bis terminal Puduraya hanya menjual tiket perjalanan ke Genting tanpa ada pilihan paket.

Di KL Sentral, kami ke loket taksi untuk membayar biaya taksi kami ke hotel Citin, Puduraya seharga RM13. Supir taksi kami sama sekali tidak ramah dan bahkan dia tidak segan-segan menggerutu selama menyetir kalau RM13 kemurahan dan dia mengatakan bahwa dia tidak akan mengantar kami ke hotel jika hotelnya tidak dapat dia temukan. Untunglah hotel Citin di pinggir jalan besar dan mudah ditemukan, bayangkanlah nasib kami jika diturunkan di tengah jalan seenaknya dengan koper-koper. Supir taksi itu orang India dan kami juga menemukan hal-hal tidak menyenangkan selama di Malaysia untuk holiday jika kami bertemu dengan orang India – salah satunya saat mengantri permainan di Genting Outdoor Theme Park. Saran kami jika Anda butuh taksi, lebih baik cari taksi yang sedang jalan (bukan parkir) dan supirnya orang melayu atau keturunan cina. Karena mereka bersedia menggunakan meter atau jika tawar-menawar harga, harganya masih masuk akal (RM8-10).

Hari 1 (Sabtu)

Setelah check-in kami langsung menuju stasiun LRT Plaza Rakyat untuk pergi ke stasiun LRT Masjid Jamek. Di sana kami masuk ke Masjid Jamek untuk berfoto. Syarat untuk masuk ke area Masjid Jamek adalah baju berlengan dan celana yang panjangnya minimal sedengkul, sedangkan wanita mesti menggunakan kerudung. Disana disediakan pakaian dan kain kerudung untuk pengunjung secara gratis.

Selesai dari Masjid Jamek, kami ke Little India untuk melihat-lihat dan berbelanja. Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan ke Dataran Merdeka untuk berfoto-foto. Saat kami kesana pas ada acara pelepasan taksi baru (sepertinya…) – acara ini pun masuk berita TV Malaysia.

Kemudian kami naik LRT lagi ke stasiun Pasar Seni untuk mengunjungi China Town/Petaling Street. Waktu tempuh untuk berjalan dari stasiun LRT Pasar Seni ke Petaling Street kira-kira 10-15 menit. Setelah berbelanja dan makan malam, pulanglah kami ke hotel dengan taksi RM10.

Hari 2 (Minggu)

Rencana hari kedua kami adalah ke Petronas Twin Tower, KL Tower, Bukit Bintang, dan Eye On Malaysia. Sehingga kami mesti mengantri tiket Petronas Twin Tower dari pagi-pagi, tetapi jam berapakah jam yang tepat untuk datang supaya kami tidak perlu mengantri kelamaan tetapi masih dapat tiket? Saya berangkat duluan ke Twin Tower dan keluarga menyusul. Saya tiba sekitar jam 8.30, antrian sudah sangat panjang meliuk-liuk dan saya berdiri mengantri di balik tembok karena sangat panjangnya antrian. Tiap orang yang mengantri dapat mengantri untuk maksimal 5 tiket masuk, tetapi kebanyakan orang seperti tidak tau dan mengantri se-grup. Saya cukup bersyukur kalau saya hanya perlu mengantri 30 menit s/d antriannya berjalan karena sudah buka Twin Tower-nya. Dan total sekitar 1 jam untuk mengantri dimana masih ada pilihan jam untuk kami. Saat itu pilihan terpagi bagi kami yang masih available adalah 12.30, jadi langsung kami ambil.

Setelah mendapat tiket untuk kunjungan twin tower jam 12.30, kami menuju ke KL Tower. Dari peta terlihat kalau lokasinya sulit dijangkau dari LRT terdekat, tetapi karena kami ber-enam (tambahan 2 orang teman cici dari Indonesia yang bareng ke Malaysia) maka saya memilih menggunakan LRT juga. Tapi pilihanku sungguh salah, karena kami jadi lama dan kelelahan di jalan, terlebih lagi dengan orang tua yang sudah lanjut usia. Sehingga waktu kami di KL Tower tidak maksimal padahal harga tiket masuk mahal sekali. Harga untuk adult : RM38; Harga senior/child: RM28; dimana harganya sudah sepaket dengan Observation Deck, Small Animal Zoo, KL Tower F1 Zone, dan KL Tower Pony Ride. Karena waktu kami tidak banyak maka kami mesti rela tidak menggunakan tiket Pony Ride dan F1 Zone. Dari sana kami langsung ke Petronas Twin Tower dengan taksi eksekutif (muat untuk 6 orang).

Acara di dalam Petronas Twin Tower kurang lebih hanya 30 menit, dimulai dengan 7 menit 3D show tentang Petronas Twin Tower, kemudian naik ke lantai 42 dan berada di sky bridge twin tower selama 10 menit. Setelah itu kami turun dan melihat-lihat atau mencoba games kecerdasan di ruangan yang disediakan. Karena lapar kami lupa ke toko di seberangnya untuk melihat souvenir khusus twin tower :(

Kami makan siang di Food Court Suria Mall KLCC.

Karena saya bingung dengan lokasi dari Eye On Malaysia, maka saya bertanya pada orang-orang di Suria Mall KLCC. Tapi mengejutkan sekali, ternyata Eye On Malaysia dari tahun 2007 pindah ke Malaka dan tidak lagi ada di Titiwangsa, Kuala Lumpur. Jadi kami jalan-jalan di Suria Mall KLCC, berfoto di luar Petronas Twin Tower, dan berjalan-jalan di Bukit Bintang saja sampai malam dan KL Tower terlihat menyala terang. Sayangnya, andaikan saya tahu lebih awal bahwa Eye On Malaysia sudah pindah, maka saya akan pilih jam kunjungan ke Petronas Twin Tower lebih siang, supaya punya banyak waktu di KL Tower :(

Pulang dari Bukit Bintang ke Citin Hotel, Puduraya naik taksi dengan harga RM10; demikian juga dari KLCC ke Bukit Bintang.

Hari 3 (Senin)

Rencananya sih berangkat pagi-pagi setelah breakfast, tapi apa daya kalau masih ngantuk dan menikmati buffet breakfast di hotel dulu. Kami berangkat jam 9 kurang ke stasiun LRT dan LRT benar-benar penuh sesak di hari kerja. Jam 9.30 kami tiba di terminal Putra (Gombak) untuk membeli tiket paket bus berikutnya ke Genting. Jam berangkat bis yang kami dapat adalah jam 10.00, tetapi kepulangan jam 5.45 dan 6.15 sudah habis. Karena saya pikir itu jam dari naik Cable car di Genting dan kami ingin ke China Town lagi maka kami tidak ingin sampai malam di Genting; dan memilih jam 5.15 untuk pulang. Lagi-lagi saya salah pilih waktu, seharusnya jam 6.45 saja, karena jam tsb adalah jam naik bis dari Skyway Genting terminal, bukan jam naik Gondola/cable car.

Harga paket Bus+Skyway Tranfer+Outdoor Theme Park Ride Pass pada hari biasa adalah RM35/orang dan RM39/orang pada hari libur nasional. Harga perjalanan one way untuk Adult RM8.40 dan Child RM7.60.

Setibanya di Genting, kami berfoto-foto dulu di Indoor Theme Park kemudian ke Outdoor Theme Park untuk bermain. Permainan yang perlu dicoba karena lain dari Dunia Fantasi (Dufan), Ancol adalah Bumper Boat, Cyclone, Grand Pix Fun Kart, dan Space Shot. Permainan lainnya mirip dengan di Dufan atau kami tidak sempat eksplorasi. Jika ingin melihat seluruh area permainan Outdoor Theme Park, Anda dapat menaiki monorail. Saran pergi ke Genting bermain adalah hari kerja dan pagi-pagi sehingga kita tidak lama mengantri suatu permainan. Selebihnya kita bisa berfoto di area photo spot atau di toko Beryl’s Chocolate Wonderland. Satu-satunya permainan yang perlu bayar lagi adalah Flying Coaster, yaitu permainan dengan rel roller coaster dengan posisi pemain bukan duduk di kereta tetapi posisi badan telungkup seperti posisi superman siap terbang.

Waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan manggunakan cable car jika tidak mengantri panjang adalah sekitar 30 menit saja. Dan kita harus menunggu 10 menit sebelum jadwal keberangkatan bis kita di Skyway Genting terminal. Waktu perjalanan dengan bis adalah 1 jam kurang.

Sesampainya kami kembali ke Terminal Putra (Gombak) kami naik LRT menuju stasiun Pasar Seni untuk berbelanja di Central Market. Setelah dari Central Market, kami langsung ke Petaling Street (China Town) lagi untuk belanja dan makan malam. Karena harga buah naga merah di Malaysia lebih murah dari pada di Indonesia maka pasti kami membeli buah naga merah di Malaysia untuk bawa pulang.

Hari 4 (Selasa)

Hari terakhir kami berlibur di Malaysia, kami akhiri dengan mengunjungi Chow Kit Market setelah breakfast menggunakan taksi dari hotel kami, dengan biaya taksi sesuai nilai di meteran. Chow Kit Market tidak luas seperti yang kami bayangkan, hanya pasar tradisional yang kecil. Tetapi kami mendapatkan yang kami cari di sana yaitu buah dan ikan-ikanan untuk dibawa pulang; serta snack dan coklat untuk oleh-oleh.

Jam 11 kami sudah kembali ke Hotel dan check out hotel serta menuju terminal bis Puduraya untuk naik bis ke LCCT yang tiketnya kami beli di hotel.Harga tiket RM12/orang dengan open time dimana bis berangkat per jam. Jam 12 kurang 10 menit kami sudah menunggu bis di platform 18 sesuai yang diinformasikan. Tetapi setelah menunggu dan cici mencari-cari tahu tentang bis tersebut, ternyata kami sudah kelewatan bis tersebut 10 menit yang lalu bukan karena kami terlambat, tetapi seharusnya kami menyebrang lagi dari tempat tunggu kami saat itu dan menunggu di kios penjualan tiket tsb di dalam terminal bis Puduraya. Karena kami harus menunggu bis berikutnya, maka kami makan siang dulu di terminal dan menunggu bis berikutnya yaitu bis yang berangkat pukul 13.00.

Saat menaiki bis, di jendela bis samping pintu, terlihat harga tiket adalah RM8. ”Apakah kami membeli harga tiket yang lebih mahal?”. Waktu perjalanan sekitar 1 jam dari hotel ke LCCT. Di perjalanan kami melihat jarak Petaling Street dengan terminal bis Puduraya sangat dekat dan dapat ditempuh dengan jalan kaki jika kami tahu arahnya. Dan dari penjual di Chow Kit Market kami mengetahui bahwa Pudu dengan Puduraya itu berbeda jauh letaknya; sedangkan saat menawar taksi, saya sering menyebut Pudu.

Setelah check-in di LCCT, kita dapat melihat dan berbelanja di bandara. Harganya tidak mahal jauh dibanding harga umum – tidak seperti harga barang yang dijual di bandara Indonesia. Kenangan yang tidak terlupakan juga adalah kami kehujanan saat menaiki pesawat dan harus menunggu hingga awan menjadi cerah untuk take off dan terbang pulang ke Jakarta, Indonesia. Karena hujan tiba-tiba yang deras saat boarding time :) (15.25)

Note:

About these ads

3 thoughts on “KUALA LUMPUR

  1. wah, kamu selalu ada inisiatif ya ketika tahu bakal antri untuk pengambilan tiket petronas di pagi itu.. hmm, smart..

    Neng, makan nasi pakai telor di malaysia harganya berapa? belinya di mana?

    thanks.. info yang menurut saya penuh dengan kejujuran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s