LIBURAN LEBARAN ke LEMBANG (28-30 Juli 2014)

Libur lebaran kali ini, karena tidak jadi numpang inap di salah satu rumah saudara baik dari sisi suami maupun keluargaku di bandung. Maka sebaiknya cari penginapan saja di Lembang, sambil jalan-jalan di Lembang. Selama kuliah S1 dulu di Bandung, ke Lembang juga kan jauh jaraknya dan tidak banyak jalan-jalan ke sana. Maka kupikir inilah waktunya, ada libur kerja 4 hari dari Senin-Kamis.

Day 1:

Semua orang paham betul kalau liburan saat Idul Fitri/Lebaran itu siap-siap macet deh. Maka kami ambil strategi berangkat pagi-pagi betul di hari pertama Idul Fitri yaitu Senin, 28 Juli 2014. Kami berangkat dari rumah masing-masing (yaitu dari Bekasi dan Cileungsi) jam sekitar 6:30 WIB. Dua mobil bertemu di rest area km 72. Setelah bertemu kami langsung konvoi menuju Lembang. Keluar dari rest area, jalan tol sudah mulai dengan mobil, tapi tidak sampai macet.

Demi penghematan waktu maka kami tidak ke villa tapi langsung ke Tangkuban Perahu. Saat pagi ke sana, kami bisa langsung naik untuk parkir, walau parkiran sudah mulai penuh.

Biaya masuk mobil: 10.000 /mobil

Biaya masuk pengunjung: 17.000 /orang

Tangkuban Perahu

Di sana kita menikmati pemandangan alam yang indah dan hawa sejuk. Tangkuban perahu sangat cocok bagi kita yang suka selfie dan mengabadikan keindahan alam. Di sana juga kita bisa menikmati berbagai makanan hangat dan membeli tas/topi terbuat dari bulu kelinci, maupun beli gantungan mobil shaun the sheep – semua terbuat dari bulu kelinci. Kasihan ya kelinci yang lucu itu, dagingnya dimakan dan bulunya dibuat tas/topi/gantungan di mobil. Kami beli gantungan shaun the sheep, setelah tawar-menawar mendapat harga 10.000,-.

Jam 12 siang kami keluar dari tangkuban perahu dan turun ke Pemandian Air Panas Ciater. Saat kami turun, mobil mengantri untuk masuk tangkuban perahu, kami beruntung datang lebih pagi. Kami rencana makan siang di Ciater, tapi karena saya lapar, maka saya beli semangkok baso dulu dalam perjalanan turun dari Tangkuban Perahu.

Taman Wisata Air Panas Alam Sari Ater (Ciater) tidak jauh dari Tangkuban Perahu, makanya saya buat itinerary dari Tangkuban Perahu ke Pemandian Air Panas Ciater.

Biaya masuk

mobil: 23.000,- / mobil

Pengunjung: Rp. 25.000,-/orang

Mahal juga ya.. Meskipun mahal tetap saja ramai yang datang kemari.

Sari Ater

Di Pemandian Air Panas Ciater kita bisa sewa tikar dan tenda untuk bersantai bersama keluarga. Penyewaan tikar ini sangat banyak supaya kita bisa berendam di air berelang yang mengalir di depan kita. Waktu itu, kami sewa Rp.10.000,-, Jika lebih besar, maka lebih mahal lagi harganya.

Di sana di lengkapi juga area untuk pemetikan buah strawbery dan bermain panah. Di area pemetikan buah strawbery, harganya bergantung pada berapa berat strawbery yang kita petik. Kami tidak petik, karena strawberynya kecil-kecil. Tapi kami mencoba permainan memanah, di sana kita diajarkan dan bisa bergantian, jadi tergantung pada beli paket anak panah berapa.

Memanah dengan 12 anak panah biayanya Rp. 15.000,-.

Kami bertiga bergantian mencoba memanah dalam 1 paket panahan tersebut.

Panahan Sari Ater

Setelah puas, di sore hari kami baru keluar dari Ciater dan janjian dengan orang villa di restoran dekat sana, recommended restaurant dan yang tidak terlalu mahal. Sesuai saran maka kami ke restoran Balibu untuk makan malam, setelah itu baru jam 7an, kami mengikuti motornya pemilik villa untuk menuju villa Jayagiri. Kami ber-10 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, makan malam habis Rp. 464.000,-

Villa Jayagiri ini lokasinya agak ke utara/atas lembang, tidak jauh dari tangkuban perahu maupun lokasi rekreasi lainnya yang akan kami kunjungi esok hari dan lusa harinya.

Peta lembang bisa dilihat di: http://www.visitlembang.com/peta-wisata-lembang/

Karena saya cari tempat penginapannya tidak jauh-jauh hari maka tidak banyak pilihan tempat penginapan yang murah. Meskipun harganya mahal, tapi tidak kecewa karena selain lokasinya strategis, villanya juga bersih, luas, dan bagus. Villa Jayagiri yang kami sewa terdiri dari 3 kamar, dimana tiap kamar terdapat kamar mandi dan 1 ranjang double bed. Kemudian saya minta ditambahkan masing-masing kamar satu buah extra bed, karena kami terdiri dari 10 orang dewasa dan 2 orang anak kecil. Jadi, 3 kamar ini pas banget untuk kami.

Villa Jayagiri

Harga villa untuk menginap 2 malam 3 hari: 3,5 juta dengan DP 1juta dulu. Setelah masuk villa baru pelunasan.

Day 2:

Setelah makan pagi, kami berangkat ke Kampung Gajah Wonderland, dan lokasinya berjalan turun dari villa Jayagiri. Sebenarnya di Kampung gajah wonderland ada villa juga, dimana kita bisa menginap di sana. Cuma saat kutanya, disana sudah full book, makanya kami menginap di villa jayagiri.

Harga masuk :

Tiket masuk: 20.000,-/orang

Tiket mobil: 10.000,-/orang

Di kampung Gajah lebih banyak permainan semacam Dufan, Jungle Land atau sejenisnya; tetapi permainannya lebih banyak untuk anak-anak dari pada untuk orang dewasa. Karena di atas gunung, konsepnya seperti Genting Wonderland, Malaysia maupun Jungle Land, Sentul. Tapi sayangnya, pemiliknya sendiri kurang mengembangkannya, sehingga masih banyak area kosong dan permainannya belum banyak. Biaya masuk di atas pun belum termasuk dengan tiket permainan dan waterboom. Tiket permainan – kita bisa beli tiket permainan terusan maupun satuan sbb:

Harga Wahana Kampung Gajah

TIKET TERUSAN:

Berlaku untuk wahana di Wonderland dan Waterboom:

Weekday: Rp. 150.000,-

Weekend: Rp. 250.000,-

Waterboom Only (berlaku untuk 5 wahana di Waterboom):

Weekdays: Rp. 75.000,-

Weekend: Rp. 100.000,-

Akhirnya kami hanya jalan-jalan dan naik gajah-gajahan (Rp. 20.000,-/orang) saja:

Gajah2an Kampung Gajah

Setelah selesai berkeliling dan karena kami ingin makan siang, namun makanan di sana tidak terlalu menarik, maka kami turun dan makan siang di Restoran Sapu Lidi. Konsep restoran ini adalah kita makan di tengah-tengah persawahan. Alamatnya di: Jl. Sersan Bajuri, Telp (022) 2786461. Menuju ke sana kita akan masuk kompleks Graha Puspa dan bayar karcis pass mobil Rp. 2500,-/mobil. Suasana restoran sangat tenang layaknya makan di saung-saung desa, tapi kalau malam pasti seram, karena banyak pohon dan empang, serta ada beberapa patung. Yang paling seram menurutku adalah pegangan pintu toilet wanita yang berbentuk tangan orang. Iiihhh, seram…

Sapu Lidi

Makan siang kami habis Rp. 633.000,- (lumayan mahal-lah). Selain makan dan menikmati suasana pedesaan, kita bisa sewa naik perahunya juga loh, dan nanti diajak jalan-jalan oleh pendayung perahu kita :)

Setelah makan siang, kami menuju Floating Market (Pasar Terapung), padahal dari tempat makan ke Floating Market itu dekat sekali, hanya berputar karena jalan satu arah. Namun ya ampun macetnya. Untung sudah makan siang, kalau tidak bisa kelaparan deh. Jam 3 atau 4 kami baru tiba di Floating Market berkat petunjuk Google Maps (I love using google maps very much).

Disini kita bisa beli berbagai jenis makanan dari pinggir danau. Dan penjual menyiapkan pesanan kita dari atas perahu mereka. Biaya masuk Rp. 15.000,- /orang. Biaya parkir mobil Rp. 10.000/mobil.

Floating Market

Harga tiket masuk per orang sudah termasuk gratis 1 cup minuman. Sedangkan untuk membeli makanan kita harus tukar uang kita dengan koin di loket-loket yang sudah di sediakan di bagian depan maupun bagian belakang. Tukarkanlah sejumlah uang seperlunya, karena jika kita tidak menghabiskannya, kita tidak bisa retur ke loket, kecuali kita jual ke pengunjung lain. Seperti yang kulakukan karena di atas jam 6 malam, beberapa jenis makanan sudah habis dan jenis makanan lain, saya tidak tertarik.

Floating Market

Di Floating Market kita bukan saja bisa berwisata kuliner, tapi juga berwisata alam, dan juga bisa mengayuh perahu ke tengah danau bersama anak-anak atau keluarga. Sepulangnya kami dari Floating Market ke Villa juga macet sekali. Wajar, hari kedua lebaran..

Day 3:

Hari ketiga kami check out dari Villa, lalu ke tempat wisata akhir kami di Lembang yaitu De Ranch.

Hari terakhir kami bersilaturahmi dengan pemilik villa, bapak itu ramah, namanya saya lupa siapa, no telp 081809520130. Jika pembaca ada yang tertarik menginap di sana, bisa langsung kontak saja nomor di atas, siapa tahu lebih murah kalau dealing dengan pemilik rumah langsung.

Di De Ranch kita bisa mancoba menaiki kuda, delman, dan anak-anak bisa bermain banyak permainan. Di De Ranch juga kita bisa main panah-an. Tapi anak panah di De Ranch terlalu ringan tidak seberat dan sekuat di Ciater, sehingga kami memanah tidak ada yang kena. Selain itu juga harganya lebih mahal. Jadi kalau mau coba memanah, coba di Ciater saja.

Di Kampung Gajah juga kita bisa naik kuda, tapi kuda poni :) Jadi lebih puas di De Ranch. Pemandangan juga bagusan De Ranch. Biaya masuk juga lebih murah, yaitu hanya: Rp. 8000,-/orang dan mobil Rp. 5000,-/mobil. Berikut beberapa pilihan wahana di sana beserta harganya:

Wahana De Ranch

Pilihan makan siang juga lumayan banyak disini. Kami makan siang di De Ranch sambil menikmati pemandangan pegunungan terbuka. Walau agak panas, tapi kami menikmatinya.

De Ranch Lembang

Setelah makan siang, kami pulang ke Jakarta, karena pasti jalan dari Lembang ke Bandung akan macet. Tepat prediksiku dan tepat pengaturan itineraryku – tujuan wisata terakhir ke De Ranch. Karena pulang dari De Ranch, jalan setiabudi – lembang macet total dan kami tidak bisa belok kanan setelah keluar dari parkiran. Maka kami belok ke kiri menuju Dago melalui jalan Dago pinggir. Melalui jalan ini, jalan tidak terlalu macet, hanya berliku-liku dan jalannya hanya muat dua mobil dengan dua arah, serta macet saat memasuki dago – sudah dekat tol pasteur.

Untuk Informasi lengkap mengenai tempat wisata bisa juga baca di:

http://anekatempatwisata.com/15-tempat-wisata-di-bandung-yang-wajib-dikunjungi/

http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-lembang-yang-wajib-dikunjungi/

http://www.visitlembang.com/tempat-wisata/

http://www.visitlembang.com/inilah-deranch-wisata-alam-peternakan-di-lembang-bandung/

Berikut beberapa alternatif penginapan yang waktu itu saya coba hubungi juga, namun fullbook:

Villa Chocolate: 085859311689

Apartemen Ahmad Yani, Transstudio: 085659215050 (per hari 700.000,- /malam untuk 2 kamar)

Villa Jayagiri: 085720072931/ 081221234511 (Pak Moch Talib): 3 kamar, harga: 3.5juta/2 malam

Villa Strawbery : 08122492728/ 081321757892: 1,1-1,2juta / kamar /malam (king bed)

Villa Diamond di Kampung Gajah : 081809118898/ 08149552555

WismaKumbung, Lembang : 0817407909

Guest House Samakta (http://www.guesthousesamakta.com/contact)

Address: Jl. Hortikultura No.1 Lembang – Bandung Indonesia

Tel. / Fax: +62-(0) 22-2786411

Hand Phone: +62-(0) 81-22479529

http://www.rumahkayuorganic.com/

Jalan Kampung Pojok Desa Cikahuripan Lembang Bandung

Ibu Lilis 0878-23122200/022-92823349/022-2786042

Pa Usep 0878-22348769/0813-22343024

http://www.villadamar.com/

Jalan Damar no.7, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Phone: (022) 2041361

Fax: (022) 2041362

http://retanatahomestay.wordpress.com/room_rates/

Ada deluxe, executive room dan family room (3.7juta/malam)

HONEYMOON 6D/5N HONGKONG SHENZHEN MACAU with DISNEYLAND (Tanggal 25-30 May 2014)

Karena alasan waktu dan ingin cepat mudah maka saya pilih paket honeymoon dari weddingku.com saja. Saya pilih paket honeymoon 6D/5N Super Promo Hongkong Shenzhen Macau with Disneyland dengan pesawat China Airlines (CI). Saya juga pilih hotel yang paling murah saja dari semua pilihan. Sehingga harganya Rp. 9.139.275/pax. Tapi harga ini ternyata belum termasuk dengan airport tax seharga $85/pax. Agak aneh sih, paket honeymoon dengan pesawat tapi belum termasuk airport tax. Tapi karena ini untuk honeymoon jadi saya gak banyak pikir. Setidaknya sudah tidak perlu biaya pembuatan visa cina. DP 30% dari harga total pada satu bulan sebelumnya. Weddingku.com ini nama travelnya PT Menaravisi Tour&Travel. Dibanding dengan teman-teman yang satu grup yang kami temui di Hongkong/Shenzen/Macau dengan isi paket yang sama, harga paket saya jauh lebih mahal. Teman-teman beli dari travel lain jauh lebih murah, dan lebih murah lagi jika membelinya saat pameran travelling, begitu katanya.

Berikut itinerary atau cerita perjalananku:

Day 1: Hongkong

Pesawat CI CGK-HKG 06.25 – 12.25. Sesampainya di Hongkong International Airport, kami diminta berkumpul di Arrival Hall B, Tourist Pick Up Area, Meeting Pole No.15 untuk bertemu dengan Asian Links Holiday’s Representative. Di sini kumpul lama karena mendata semua tourist yang menggunakan jasa tour mereka. Karena saya pilih tanggal honeymoon yang di kalendar Indonesia Selasa dan Kamisnya libur, maka di Hongkong Shenzhen Macau dipenuhi orang Indonesia yang sedang berlibur. Memang orang Indonesia itu banyak yang kaya raya sampai liburan saja pada keluar negeri semua, ke Hongkong lagi.

Karena dari paket tour di Indonesia Day 1 hanya diantar ke hotel kemudian acara bebas. Maka local tour di Hongkong (Asian Links Holiday’s) menawarkan untuk ambil paket Hongkong by Night berikut:

Hongkong Night Tour

Karena kami tidak terlalu tahu caranya ke tempat wisata dari hotel karena saya sendiri pertama kali ke Hongkong maka kami ambil paket tour malam tambahan tersebut. Untung bawa uang banyakan. Memang kalau travelling jangan bawa uang pas-pas-an. FYI, 1HKD = Rp 1.507,- saat itu.

Victoria Peak memang bagus dikunjungi saat malam hari makanya banyak sekali tourist yang datang. Antriannya untuk naik peak tramnya sendiri sangat panjang seperti ini (foto antrian bagian dalam gedung, sebelumnya antri dari pelataran gedung) :

???????????????????????????????

Karena kami datang dengan tour maka kami menggunakan jalur fast line untuk menaiki Peak Tram menuju Victoria Peak.

Di Victoria Peak terdapat Madame Tussauds Wax Museum, yang isinya patung-patung lilin aktor, artis, orang-orang terkenal, tokoh film hingga kartun secara international, seperti Jay Chow, Albert Einstein, Obama, bahkan Spiderman dan Doraemon pun ada. Puas deh foto-foto sama patung lilinnya karena mirip banget dengan tokoh aslinya.

wax

Kalau beli tiket Madame Tussauds langsung di lokasi, harganya adalah sbb:

???????????????????????????????

Setelah dari Madame Tussauds kita harus naik eskalator berkali-kali ke atas untuk menuju ke Sky Terrace. Dari Sky Terrace kita dapat melihat pemandangan kota Hongkong saat malam. Karena ramai sekali dan keterbatasan waktu maka kami hanya bisa memfoto dan difoto saja lalu turun kembali ke tempat berkumpul.

???????????????????????????????

Dari sana, kami naik bus tour lagi untuk turun dari Victoria Peak dan menuju ke Ladies’ market. Tapi parahnya dari night tour ini, kami hanya di drop di Ladies’ Market dan pulang sendiri dengan taksi. Taksinya memang menggunakan argo, tapi karena hotel kami dekat dengan pelabuhan/airport maka jadi lumayan mahal biaya perjalanannya kalau dari ladies’ market. Untuk hemat biaya taksi, kami bergabung dengan sepasang suami-istri lagi untuk pulang setaksi dan bisa share biaya taksi berempat. Seingat kami sekitar 100HKD (1HKD = Rp 1507) biaya perjalanan taksinya dari ladies’ market ke Rambler Garden Hotel di Tsing Yi Road.

Berikut foto Ladies’ market. Kami sampai di Ladies’ market jam 8 malam waktu Hongkong (1 jam lebih cepat dari Indonesia). Di sini kita harus pintar nawar dan pilih-pilih tempat untuk beli barang kalau gak akan diketok habis-habisan. Bermodal bahasa mandarin lah sedikit paling gak untuk menawar.

???????????????????????????????

Hari pertama siang dan malam cari makan sendiri.

Oya, kami beli SIMCard di Hongkong melalui Asian Links Holiday’s Representative seharga 98HKD dengan masa aktif 7 hari. Bisa untuk sms dan internet tapi hanya di Hongkong. Di Shenzhen dan Macau terhitung roaming.

Day 2: Hongkong Disneyland Tour

Kami dijemput jam 09:20 di lobby hotel untuk di drop di Disneyland dan kita bebas menjelajah Disneyland sendiri. Dijemput lagi jam 21:00 di parkiran bus, setelah acara fireworks disneyland jam 20:00 selesai kami tonton. Puaslah seharian kelilingi Disneyland.

Area paling bagus untuk foto menurutku adalah di Toy Story Land. Permainan dan show di Disneyland bagus banget.

???????????????????????????????

Hari kedua juga, cari makan sendiri seharian. Karena hotelnya tidak menyediakan breakfast. Bahkan untuk berenang saja harus bayar 100HKD/pax.

Day 3: Hongkong – Shenzhen (B, L, D)

Karena hari ini akan ke shenzhen, maka pagi-pagi kami sudah harus checkout hotel. Jam dijemput di lobby hotel jam 7 pagi. Breakfast dimsum di suatu restoran yang sepertinya memang rekanan dengan banyak tour. Karena pengunjung semuanya tourist dari semua negara di dunia.

Selesai breakfast, kami dibawa lagi ke Victoria Peak tapi tidak turun dari bus hanya melihat-lihat dari bus sambil dijelaskan tentang Hongkong. Penjelasan mengenai hongkong baca di sini.

Seperti kebanyakan tour, Asian Links Holiday’s mengajak kami mengunjungi toko jewelry, toko coklat, dan toko obat. Dan ini lama sekali, kami habiskan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat ini. Dan kami diharuskan turun karena katanya, kalau bus di parkir di Hongkong, AC bus harus dimatikan. Sedangkan waktu yang disediakan untuk kami mengunjungi Avenue of Stars sebentar banget sampai harus lari-larian supaya dapat menikmati semua dengan waktu yang cukup. Untung, suamiku sudah pernah ke sini sebelumnya, jadi dia bilang telapak tangan selebriti Hongkong tidak usah difoto semua, cukup yang terkenal saja dan supaya cukup waktu berfoto dengan latar belakang kota hongkong.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Repulse Bay yang merupakan sebuah pantai yang tidak hanya terkenal dengan surga berpasir dan jauh dari kota, tetapi juga mempunyai koleksi berbagai macam patung dewa, kuil dan pavilion di ujung selatan – timur dari teluk.

Untuk menaiki perahu dan diajak berkeliling dengan perahu, kami harus bayar lagi ke penduduk lokal yang katanya tinggal di perahu tersebut, seharga 100 HKD (1HKD = Rp 1.507,-) untuk berdua {kalau gak salah ingat}

Selesai dari naik perahu, orang tur-nya foto tiap pasangan/keluarga. Pintar banget abis itu dia jual per foto 300HKD untuk 1 foto ukuran 6R dan 1 foto piring. Seperti kami ini yang sepasang, dia sudah cetak 2 foto 6R dan 2 foto piring. Total berarti harus bayar 600HKD. Tapi saya gak mau, saya bilang maunya satu. Pas yang lain tahu bisa beli satu, beberapa ikutan beli satu. Tapi ada yang satu keluarga berempat, sampai beli empat. Karena sudah tidak punya HKD, maka dia bayar pakai USD. Ya ampun…

foto piring

Agak sore, diantar ke MTR untuk menuju Shenzen. Setibanya di Shenzhen, kami diantar untuk makan malam lalu ke hotel untuk check in dan beristirahat. Tour Guide Shenzhen bagiku lebih ramah daripada yang di Hongkong, dia lancar sekali berbahasa Indonesia, sampai kami kira orang Indonesia yang kerja di Shenzhen. Ternyata bukan J

Jam 8 malam berkumpul lagi bagi yang ingin jalan-jalan di mall. Nah disini saya beli sepasang sepatu sandal seharga 88 yuan (1Yuan = Rp 1870,-), karena sandalku rusak di Disneyland. Harga jual tidak mahal, tidak murah, sama seperti kita berbelanja di mall mangga dua saja.

Saya juga membeli Memory Card 16GB seharga 55 Yuan. Tapi harus pintar nawar ya, untung suami membantu menawar. Saya beli memory card juga karena memory card sudah full selama di Hongkong karena merekam video pertunjukan di Disneyland.

Setelah berbelanja, kami pulang sendiri, karena mall dekat dengan hotel. Sampai hotel, kami langsung tepar, karena capek jalan-jalan J Nama hotel di Shenzhen adalah Century Plaza di Louhu District. Ukuran kamar hotel juga lebih besar dari pada yang di hongkong. Hotel Rambler Garden Hongkong lebih mirip Fave hotel di Indonesia, kamar kecil dan bawahnya mall.

Day 4: Shenzhen (B, L)

Pagi ini, setelah menikmati makan pagi, kami mengikuti city tour di Shenzhen dengan mengunjungi toko teh dan toko obat dengan konsultasi gratis. Teh yang ditawarkan adalah teh leci dan teh ginseng. Harga yang ditawarkan pertama kali dengan harga akhirnya kami membeli jauh sekali, bisa 1/5 dari harga awal. Parah banget deh.. Dengan 100 Yuan kami mendapat 4 kaleng teh leci. Tapi sesampainya di Indonesia, saya kasih kokoku, kokoku bilang “ini mah bukan daun teh tapi batang teh yang dikeringkan. Kamu kena tipu di Shenzhen. Daun teh yang dikeringkan itu bentuknya seperti ini (sambil dia tunjukkan teh yang dia punya).” L

Toko obat yang dikunjungi kali ini pasti rekanan tour juga, konsultasi gratis, tapi pasti disarankan untuk membeli obat. Saya dan suami tidak mau diperiksa. Sambil yang lain diperiksa, kami hanya lihat-lihat obat yang dijual di apotiknya saja. Di dalamnya juga ada jualan baju dan di jalan keluar gedung ada jual manisan. Nah disini kami beli manisan, karena manisannya justru lebih murah harganya daripada yang ditawari tour guide kami. Kami beli manisan/snack 50 Yuan dapat 6 bungkus. Kami tidak beli banyak karena niat beli lagi pada tour guide kami karena dia jual manisan yang berbeda. Eh, ternyata ada minimal order tapi kami tidak diinfokan dulu sebelumnya. Jadi kurang deh oleh-olehnya.

Setelah makan siang , kami diantar menuju Splendid of China, disana kita dapat menjumpai berbagai replika dan miniatur tentang China yang hampir atau bahkan mirip dengan aslinya seperti Great Wall, Forbidden City, Li River, Terracota dan masih banyak yang lainnya. Sebelum masuk ke dalam kami berfoto segrup besar dan per keluarga di taman depan gerbangnya.

Tapi karena suami berpikir mumpung di Shenzhen maka mau mengunjungi Window of the World juga. Dan karena lokasinya Window of The World dengan Splendid of China juga depan-depan-an. Maka kami bayar untuk biaya tiket masuk Window of the World 280 Yuan/pax yang tidak termasuk dalam paket tour kami. Dan supaya cepat mengelilingi maka kami beli tiket kereta untuk keliling Window of the World juga seharga 20 Yuan/pax. Di Window of the World kita dapat menjumpai berbagai replika dan miniatur tentang bangunan keajaiban dunia yang hampir atau bahkan mirip dengan aslinya seperti menara eiffel, piramida, dan lain-lain. Selesai naik kereta, kami keliling sendiri untuk foto-foto dengan cuaca yang amat sangat panas terik di siang hari.

Window of The World

Jam 3 atau 4 saya lupa, kami dijemput untuk keluar dari Window of the World untuk masuk ke Splendid of China bergabung dengan keluarga lain yang segrup tour tadi. Overall, kami kurang puas menjelajah Window of the world karena kami harus cepat-cepat ke Splendid of China yang termasuk dalam paket tour kami.

Dan karena keterbatasan waktu juga maka kami beli tiket kereta di Splendid of China. Karena tanpa kereta, Splendid of China tidak mungkin dapat kami jelajahi dengan cepat. Di sana ada dua buah taman. Kita bisa pilih kereta untuk kelilingi satu taman saja atau keduanya. Jika kelilingi dua taman maka biaya tiket keretanya 40 Yuan/pax. Kereta yang mengelilingi dua taman berhenti di dua lokasi untuk foto selama beberapa menit atau sama dengan 1 area foto per taman. Dan biaya tiket kereta ini tidak include dalam paket tour, jadi ambil dari persediaan uang kita lagi.

Splendid of China

Jam 5 sore waktunya menonton atraksi berdurasi 1 jam. Show yang terdiri dari tarian dan acrobatic ini bagus sekali. DVDnya dijual, tapi saat kulihat tayangannya, tidak sebagus jika lihat langsung. Jadi kami tidak beli DVDnya. Sayangnya selama show dilarang merekam dan memfoto.

Setelah itu makan malam di dalam Splendid of China dan ada waktu untuk berbelanja. Saya cukup terkesan kalau ada makan malam, karena di detil tour yang saya dapatkan tidak ada makan malam. Tapi di dalam detil tour yang saya dapatkan pertama kali dari weddingku.com tertulis mengunjungi China Cultural Village. Tapi itu tidak ada.

Saat makan malam ini jugalah kami ditawari hasil foto shot di siang hari oleh local tour tersebut. Foto seperti biasa di jual pada saat kami makan. Tapi di Shenzhen kami ditawari dua foto 6R (foto keluarga kita dan foto segrup) dan 1 foto piring dan hanya dijual seharga 100 Yuan – tidak semahal tour guide yang di Hongkong.

Jam 19.00 kami menonton atraksi lain yang sama bagusnya. Show ini bagus di malam hari karena ada permainan api. Bagi yang sudah lelah dapat meminta diantarkan ke hotel untuk beristirahat. Kami ya pilih nonton sampai habis acaranya.

Puas dengan tournya karena sampai jam 8 atau 9 malam terus. Tapi plus badan juga capek banget.

Oya, nama tour di Shenzhen adalah China Four Seasons International Travel Service Shenzhen Co, Ltd.

Day 5 : Shenzhen – Macau (B, L)

Pagi ini setelah menikmati makan pagi di hotel, kami check out untuk bersiap ke Macau dengan menggunakan Ferry. Setibanya di Macau, kami langsung dijemput untuk city tour mengunjungi Penha Hill, yaitu sebuah bukit yang masih kental dengan bangunan kolonialnya, banyak terdapat bangunan benteng, serta gereja tua yang sangat indah pemandangannya.Penha Hill

Tour guide kami di Macau ganti lagi, dengan bendera tour lain lagi. Tour guide di Macau bicara dalam bahasa Inggris, karena kami satu bis bukan hanya tourist dari Indonesia. Tapi ada yang dari India juga.

???????????????????????????????

Setelah itu dilanjutkan dengan mengunjungi Ruins of St. Paul`s, disana kami dapat melihat reruntuhan gereja St. Paul serta A-Ma Temple yang juga di kenal dengan nama Ma Kok Miu Temple yang merupakan kuil tertua di Macau, yang dibangun pada tahun 1488, pada saat pemerintahan dinasti Ming dan dibangun untuk memperingati Mazu atau Dewi Laut yang dipercaya selalu memberkati para nelayan di Macau.

???????????????????????????????

dan dilanjutkan menuju Venetian Resort, dimana terdapat bangunan serta kanal yang indah, tempat layaknya Venesia di Italy. Tapi Venetian Resort ini juga dikenal dengan tempat berjudi nomor satu. Ada beberapa teman yang memilih tinggal di hotel ini. Tentunya biaya tinggal di hotel ini jauh lebih mahal daripada hotel Grandview. Kami pilih tinggal di hotel Grandview di Estrada Governandor Albano de Oliviera.

Venetian Resort

Sore kami sudah diantar menuju hotel yang sudah ditentukan untuk proses check in dan beristirahat.

Day 6 : Macau – HKIA (B)

Seusai menikmati santap pagi, kami dijemput untuk menuju Hong Kong International Airport (HKIA) dengan menggunakan ferry.

Setelah check-in, kami menghabiskan waktu di HKIA untuk window shopping.

Flight pulang China Airlines (CI) HKG – CGK 16.35 – 20.20

PENGALAMAN LASIK

Akhirnya waktuku dilasik datang juga setelah jodohku ketemu :) lalu mundur-mundur cari waktu yang cocok antara dokter dengan jadwal kerjaku. Saya memilih lasik di JEC walau dibanding RS/ klinik lain lebih mahal, tapi karena JEC adalah pioneer untuk lasik dan memang sudah ternama untuk penyembuhan mata, saya memilih lasik di JEC. Hal lainnya adalah dekat dengan kosanku karena JEC ada di Menteng. Mudah untuk kontrol mata pascalasik nantinya.

Saya berumur 29 tahun saat lasik dengan minus 8 (kiri-kanan) ada silinder 1 atau ½ di salah satu mata hasil pemeriksaan di JEC. Kacamataku sih minus 8 tanpa silinder, karena saya mau hilangkan silinder.

Pralasik dan konsultasi saya di lakukan hari Sabtu, 24 Agustus 2013. Tapi karena cari waktu yang pas untuk cuti 2 hari dari kerja, maka saya putuskan lasik tgl 26 September 2013, hari Kamis, beda 1 bulan dengan hari pemeriksaan pralasik. Pilih kamis, karena Dr. Johan ada di JEC Menteng hanya hari Selasa, rabu, kamis dan Sabtu saja. Inginnya sih Jumat, tapi Jumat Dr. Johan adanya di Kedoya. Tapi itulah rancangan manusia, rancangan Tuhan membuat saya lasik hari Jumat juga dengan Dr Johan di Kedoya menggunakan mesin z-lasik terbaru yaitu 6 dimensi, karena mesin z-lasik di Menteng sedang rusak dan tidak tahu kapan sembuhnya.

Hari-H Lasik (27 September 2013)

Saya diminta datang jam 12. Jam 12.00 tunggu giliran untuk periksa mata sesuai dengan mesin JEC Kedoya, karena sebelumnya saya diperiksa di JEC Menteng untuk mesin z-lasik Menteng. Jadi beda mesin lasik, maka pemeriksaannya juga berbeda. Makanya diperiksa ulang matanya. Tapi hanya beberapa mesin saja, yaitu yang diminta lihat lampu berputar-putar dan kita tidak boleh ngedip (pemeriksaan pentacam)

Jam 13.00 dipanggil masuk ke dalam ruangan dengan lepas sandal dan kita boleh ke toilet dulu. Masuk ruangan, kita tidak sendiri tapi pasien beserta peneman, karena ada surat persetujuan mengenai harga dan penjelasan pasca lasik, lalu tanda tangan. Setelah selesai urus administrasi, peneman kita keluar, dan saya dipakaikan jubah hijau dan shower cap hijau, seperti biasanya pasien yang akan dioperasi. Setelah itu duduk atau agak tiduran karena kursinya bisa dilurusin bagian kakinya jadi kita tiduran. Bagus sofanya J

Setelah berbaring, mata bagian luar kita dibersihkan dengan betadin, sepertinya untuk bersihkan eye shadow. Lalu mata kita di tetesi obat bius mata. Jadi bius mata hanya dengan tetes mata saja. setelah ditetesi mata, mata rasanya perih sekali. Mata ditetesi dua kali. Setelah beberapa lama, tiba giliranku yang dilasik. Hari itu ada 16 mata yang dilasik di JEC Kedoya. Saya pasien kedua yang di lasik hari itu oleh Dr. Johan.

Sebelum masuk ruangan, kita boleh tanya-tanya dengan dokter. Dr. Johan bilang “sudah doa kan? Nanti sambil doa dalam hati ya”. Maksudnya supaya saya tidak tegang, karena memang lasik itu pasien harus kooperatif dengan apa yang dikatakan dokter. Saya masuk ruangan operasi lasik dengan dituntun, lalu pakai sandal plastik seperti sandal crocs. Lalu berbaring di bed yang di atasnya siap mesin untuk laser.

Tahap pertama, kepala kita diposisikan yang tepat di bawah mesin, ternyata jepit rambutku mengganggu sehingga sempat dilepas dulu. Setelah itu mata saya dipasang penyangga. Selama lasik, dokter bercakap-cakap dengan saya supaya tenang dan juga mengikuti instruksinya. Mata yang dikerjakan dulu adalah mata kanan. Setelah pasang penyangga mata kanan, mata kanan di pasang alat untuk membuat flap. Mata kita harus fokus pada cahaya hijau. Awalnya penglihatan buram lalu gelap selama beberapa detik. Lalu flap dibuka untuk siap di laser oleh dokter. Selama operasi tidak ada rasa sakit, hanya terasa saat dipasang penyangga. Lalu saat dilaser kita harus lihat lampu warna merah dan tidak boleh lirik-lirik. Asisten dokter menghitung detik 1,2,3 .. dst setiap buat flap dan lasernya. Saat di laser, saya tidak niat lirik, tapi karena lelah, mungkin mataku gak fokus sehingga di mata kanan, saya kena tegur 2 kali karena lirik-lirik katanya.

Saat di laser, benar kata para blogger yang dilasik bahwa kita akan mencium bau terbakar seperti nyamuk terpanggang dalam raket listrik. Setelah laser, Dokter membersihkan cairan mata sebelum ditutup flapnya kembali dan melepaskan penyangga mata. Nah, dilakukan hal yang sama untuk mata kiri saya. Saat laser mata kiri, saya juga sempat ditegur karena mata gak fokus lagi 1x. Setelah selesai selama 15-20 menit, saya dituntun lagi pake sandal ke luar ruangan, lalu lepas sandal dan kembali tiduran diruang bareng perawat administrasi.

Mata saya masih buram dan mulai perih secara perlahan. Beberapa saat kemudian, saya ditanya sudah makan apa belum, karena saya jawab belum, saya diberi roti. Tapi perawat itu malah tidak datang lagi setelah saya habiskan roti, sampai saya panggil perawat di sana, ini mata saya sebaiknya ditutup atau buka aja. Setelah itu saya baru diberi 1 tablet obat penghilang rasa nyeri. Mungkin karena saya terlambat makan obat penghilang rasa nyeri, mataku berasa sakit sekali. Setelah ditutup, mau buka lagi tidak bisa. Tiap buka mata, pasti langsung keluar air mata. Mataku tidak bisa buka sampai saya tiba di kosan jam 6. Yang buat saya sangat khawatir dan takut adalah pasien lain sudah pada pulang dengan membuka mata. Sedangkan saya sudah 3-4 jam tutup mata, belum bisa buka juga. Walau kata perawatnya itu wajar dan memang berbeda-beda pada setiap kondisi mata pasien. Saya pulang masih di dorong kursi roda, dan selama di taksi masih tutup mata. Saat saya pulang, hanya tinggal saya dan 2 pasien lain. Oya, setelah kita dilasik, kita akan menggunakan pelindung mata (dop). Pelindung mata ini seperti kacamata renang bening tapi berlubang-lubang di pinggirnya. Makanya saat saya keluar air mata karena perih, air matanya ngalir ke pipi.

Sampai di kos makan dan tidur cepat. Mata sudah bisa lihat jam dinding walau belum jelas benar. Kita juga diberikan obat tetes mata 3 warna yaitu hijau, merah, dan kuning. Tetes mata hijau adalah air mata buatan yang ditetesi 2 jam sekali. Sedangkan tetes mata merah dan kuning adalah anti biotik yang di tetes pagi, siang, sore, dan malam.

H+1 Lasik

Mata tidak perih hanya terganjel, seperti lagi menggunakan softlense. Jam 11.30 saya kontrol mata ke JEC Menteng dengan Dr. Johan lagi. Hasil dengan mesin sih SPH +1 dan Cyl -1. Tapi saat test baca tulisan di ruangan dokter, katanya minusku sudah 0 (nol). Hanya sekarang penglihatannya masih belum benar-benar pulih, tapi akan perlahan pulih penglihatannya. Jadi sekarang baru 80% kejelasan penglihatannya. Saya bisa ketik bbm dari sejak selesai lasik, hanya akan buram-buram dikit. Pelindung mata dop sudah bisa dilepas dan hanya digunakan saat tidur siang/malam selama 2 hari. Sedangkan kalau keluar ruangan menggunakan sunglass, untuk menghindari diri dari sinar ultra violet matahari. Dokter bilang, sunglass bukan hanya untuk pasien pasca lasik, tapi mata normal juga perlu pakai, supaya pas tua tidak kena katarak karena kulit saja kena UV jadi hitam, mata kita bisa katarak kalau kena UV.

Malamnya saya sudah bisa ke undangan tapi ya hanya cuci muka dengan washlap tanpa makeup ke resepsi pernikahan teman gereja bersama keluargaku. Ciciku yang setir dan jemput saya dari kos. Control lagi ke dokter 2 minggu lagi.

H+2 lasik

Mata masih silau-silau. Ku jaga mata dari debu dan cahaya terang dengan sunglass. Tapi masih dong bisa lap-lap meja, karena di rumah tidak ada PRT dan penuh debu.

H+3 Lasik

Mata cepat lelah dan kering, tapi mataku bersih tidak merah. Penglihatan berasa peningkatannya. Tapi masih perlu istirahat, jadi masih tidak masuk kerja. Karena kalau kerja saya pasti lihat laptop sepanjang hari. Saya sore ke kosan sudah langsung sapu pel kamar, tapi gak berani keramas rambut sendiri. Jadi ke salon keramas rambut dan tutup muka selama keramas dan pengeringan. Sedangkan saya cuci muka sudah pakai air tapi tutup mata dan hati-hati saat lap mukanya supaya gak menekan mata.

H+4 lasik – H+6 Lasik

Sudah masuk kerja, tapi mata masih cepat lelah dan gak tahan dengan sinar laptop lama-lama. Sesuai aturan juga, tidak lupa menetes mata.

H+7 Lasik – H+13 Lasik

Karena sudah gatal banget rambut tapi tiap malam kemarin-kemarin, keluar kosan, ada urusan dengan pacar, jadi gak sempat keramas di salon. Maka saya memberanikan diri keramas dan cuci muka sendiri dengan tutup mata sampai dengan muka di lap handuk dan rambut dibungkus handuk, baru deh mandi badan.

Puji Tuhan, mataku sehat dan penglihatannya baik sampai hari ini (H+15 Lasik). Kadang-kadang masih merasa sedang menggunakan soflen. Hari demi hari, ketajaman mata semakin membaik.

Petunjuk sebelum dan sesudah lasik untuk pasien JEC juga bisa diminta duluan ke ruang Lasik, supaya kita dapat persiapan dengan baik untuk LASIK. Yang jelas selama 1 bulan setelah lasik tidak boleh berenang dan masih merawat mata dengan baik dari air dan sabun ya.

H+14 Lasik

Kontrol mata ke Dokter dan hasilnya katanya mataku masih sisa 0.25 dan mata kananku ada luka baret-baret karena dulu memakai soflen. Tapi bisa hilang dengan tetes mata dan obat. Setelah obat tetes mataku yang sekarang habis, harus dilanjutkan dengan tetes mata baru yang diberikan. Tetes matanya 4x sehari dan diberikan vitamin baru yang harus dimakan 2x sehari selama 2 minggu. Setelah ini baru kontrol 3 bulan lagi.

Harga tiap kali kontrol Rp. 300.000,- dan harga obat sekitar Rp. 300.000,-

LASIK

LASIK itu singkatan dari Laser Assisted In-situ Keratomileusis. Intinya LASIK adalah salah satu metode koreksi kelainan refraksi (minus, plus, silinder) dengan prosedur singkat (sekitar 10 menit per mata) dan tanpa rasa nyeri. Setelah mendapatkan tindakan LASIK, pasien tidak lagi membutuhkan bantuan kacamata atau lensa kontak untuk dapat melihat jelas.

Lasik sendiri ada beberapa macam, yaitu:

  • M-Lasik
  • Eye-lasik
  • Z-Lasik

Z-lasik adalah lasik tanpa pisau bedah, karena pembuatan flap menggunakan mesin.

Lasik itu diapakan sih matanya? begitu biasanya pertanyaan awam.

Nah lasik itu pertama membuat lapisan (flap) pada kornea. Selanjutnya flap tersebut dibuka dan dilakukan penyinaran laser pada bagian dalam kornea mata untuk menghilangkan minus, plus, dan silinder sehingga terbentuk permukaan kornea yang baru. Setelah penyinaran selesai flap dikembalikan ke posisi semula. Dalam waktu kurang dari 3 menit flap akan melekat dengan sendirinya tanpa perlu di jahit.

Karena koreksi kelainan refraksi pada mata dilakukan pada kornea makanya sebelum lasik, dilakukan pemeriksaan pra lasik yang terdiri dari:

  1. Dengan mesin memeriksa minus, plus, atau silinder mata
  2. Dengan mesin test tekanan mata
  3. Pasien dimata membaca huruf/angka di kejauhan seperti di optik kacamat
  4. Dokter memeriksa mata kita dan kita bisa konsultasi
  5. Selanjutnya adalah pemeriksaan pentacam dengan mengecek ketebalan kornea,
  6. Di tetes mata untuk membesarkan pupil kita, lalu cek mata lagi dengan mesin untuk cek syaraf mata
  7. Ke second opinion dokter

Setelah pemeriksaaan pralasik dilakukan, pasien tinggal bayaran deh di kasir :p

Nah, syarat-syarat lasik sbb:

  1. Disarankan usia 18 tahun ke atas
  2. Kedua mata harus dalam keadaan sehat
  3. Melepas soft contact lens selama 14 hari atau hard contact lens selama 30 hari berturut-turut sebelum tindakan lasik
  4. Tidak sedang hamil atau menyusui

Kalau minusnya bisa hilang semua atau tidak tergantung ke tebalan mata kita.

Sekarang kalau kita bicara mengenai harga lasik akan bervariatif mulai dari kita lasik dimana dan dengan metode apa. Karena saya lasik di JEC maka saya share harga lasik di JEC Menteng quarter 3 2013:

  • M-Lasik: 1 mata Rp. 7.750.000,- ; 2 mata Rp. 10.500.000,-
  • Eye-lasik: 1 mata Rp. 11.400.000,-; 2 mata Rp. 18.000.000,-
  • Z-Lasik: 1 mata Rp.11.990.000,-, 2 mata Rp. 22.000.000,-

Z lasik di menteng adalah z lasik 3 dimensi, sedangkan z-lasik di kedoya 6 dimensi. Karena itu harga z-lasik di kedoya lebih mahal jika dibandingkan dengan z-lasik di menteng.

Berikut penjelasan Dr. Johan via email ke saya perbedaan untuk kedua mesin tsb:

Lasik di menteng memberikan hasil lebih baik pada kasus silinder yang tinggi (silinder diatas 6).
Lasik di kedoya memberikan hasil yg lebih baik pada pasien minus yang usianya diatas 45 tahun.
Tapi pada kasus2 minus dan silinder yang tidak termasuk kedua kondisi diatas, maka kedua mesin Lasik di Menteng dan Kedoya memberikan hasil yang sama baiknya.

Kalau semakin jelas mengenai lasik, sebaiknya Anda banyak baca blog teman-teman yang sudah pernah lasik dan ikut seminar atau ke education center JEC. Kegiatan mencari informasi mengenai lasik sangatlah dianjurkan sebelum memutuskan di lasik. Baca juga pengalamanku sendiri di lasik :)

Gedung Resepsi Pernikahan di Jakarta (lanjutan)

Sesuai dengan blogku sebelumnya tentang Gedung Resepsi Pernikahan di Jakarta, saya update foto Gedung Departemen Sosial (Depsos) sbb: (Dekorasi Wulan Catering)

ImageImageImageImage

Gedung ini bagus untuk Resepsi dan harga juga masih belasan juta, masih seharga lah dengan Gedung Graha Marinir (yang dulunya bernama Gedung Panti Perwira). Gedung Depsos ini dilalui oleh jalur busway Ancol – Kp. Melayu dan dekat dengan gerbang tol Rawamangun. Selain itu, dia ada dinding putih yang luas, yang bisa kita jadikan spot untuk menembakkan infocus photo clip atau wedding clip selama resepsi. Sayang aja, pas kami kesana masih belum ada kepastian, apakah terbuka untuk umum. Dan saat sudah bisa untuk umum, Pak Ahmad tidak info kami, padahal kami sudah isi data untuk booking tgl pernikahan kami. Ya tidak jodoh di depsos berarti..

Info tambahan adalah parkiran motor beratap, sedangkan parkiran mobil alam terbuka, luas. No secure parking, hanya dijaga satpam.

 

Satu lagi, survei gedung daerah Salemba adalah Gedung Zeni. Gedung ini juga gedung pemerintahan. Informasi mengenai Gedung ini, saya tahu pertama kali dari Wulan Catering. Katanya luas, dinding putih dan ceilingnya tinggi. Pas kami ke sana, benar luas dan dinding putih, tapi kami merasa kepanjangan dan tidak cukup tinggi atapnya. Gedungnya luas sih dan cukup untuk 2000 tamu / 1000 undangan. Tapi keluasan untuk kami.

Lokasinya di sebelah Dinas pemadam kebakaran, Jalan Matraman Raya. Plang masuknya untuk dua arah mobil saja. Setelah masuk 200 meteran, baru sampai tempat parkir dan gedungnya. Berikut foto dalam gedungnya saat sedang dekorasi resepsi nanti malam:

ImageImage

ImageImage

 

Dan kami cukupkan survei gedung kami sampai gedung ini saja :)

Gedung Resepsi Pernikahan di Jakarta

Sesuai dengan kebutuhan kami akan gedung resepsi di sekitar Jakarta Pusat dan Utara dengan kapasitas 1000 tamu atau 500 undangan. Maka saya akan berbagi hasil survei kami selama quarter 2 tahun 2013. Ini karena saya sangat berterima kasih kepada para penulis blog sebelumnya yang menuliskan review hasil survei gedung mereka, sehingga kami mengetahui gedung-gedung selain vendor weddingku.com.

1 .Gading Marina

Lokasi: Kelapa Gading

Atap tidak tinggi

Contact Person: Sisca ( 021-4517888 )

Harga gedung kira2 30 juta-an

Tempat parkir lumayan banyak.

Tempat resepsi di lantai 2. Ada dua ruangan dengan kapasitas 1000 orang dan hanya 500-700 orang.

Foto: (hilang dari ipad camiku, jadi maaf gak bisa share di blog)

2. KTC Kelapa Gading

Lokasi: Kelapa Gading

Atap tidak tinggi. Parkiran luas. Ada di lt. 1. Ada ruang tunggu keluarga.

Ruang resepsi banyak tiang kaca dengan LCD untuk menayangkan video/photo clip pengantin.

Contact Person: 021-62202202

Harga paket kira2 90 juta

Foto: (hilang dari ipad camiku, jadi maaf gak bisa share di blog)

3. Balai Sudirman

Lokasi: Jalan Dr. Saharjo, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan

Dekat dengan gerbang tol Pancoran.

Harga Gedung : 26 juta

Ruangan resepsi:

(a)    Panti Prajurit dengan kapasitas 3000 orang, bentuk ruangan panjang.

(b)   Panti Perwira dengan kapasitas 1000 orang, bentuk ruangan lebar.

Area parkir luas.

Atap tinggi.

AC banyak dan dingin.

Contact Person: Ningsih (021- 83791623-26)

Foto ruangan Panti Perwira:

Balai-Sudirman-A1 Balai-Sudirman-A2 Balai-Sudirman-A3 Balai-Sudirman-A4 Balai-Sudirman-A5 Balai-Sudirman-A6

Foto ruangan Panti Prajurit

Balai-Sudirman-B1 Balai-Sudirman-B2 Balai-Sudirman-B3

(klik pada foto untuk melihat foto dalam ukuran besar)

4. Gedung Patrajasa

Lokasi: Jl. gatot subroto kav. 32, Jakarta Selatan.

Harga sewa gedung: Rp 20 juta.

Dekat gerbang tol: Gatot Soebroto

Lokasi resepsi ada di lantai 2 jadi mesti naik eskalator dulu.

Kapasitas ruangan bisa lebih dari 1000 orang.

Parkir menggunakan secure parking.

Atap tinggi. AC dingin dan banyak. Bentuk ruangan memanjang. Berkarpet.

Banyak space dari eskalator menuju pintu resepsi yang bisa digunakan sebagai tempat penerima tamu dan photo booth.

Contact Person: Ibu Umi (087876209124)

Foto patrajasa:

Patrajasa

5. The Tower Ballroom

Lokasi: Mall Gajah Mada, lantai 8

Parkir di Gedung Gajah Mada. Tapi tempat naiknya beda dengan mallnya ya..

Atap tidak terlalu tinggi, standard.

Bentuk ruangan letter L. Pintu masuk ada di samping. Keluar lift langsung pintu masuk resepsi.

Contact Person: Ine ( 021 99891578 )

Foto Tower Ballroom:

The-Tower-4 The-Tower-1

The-Tower-RuangMakanKeluarga

6. Departemen Sosial

Lokasi: Jl. Salemba Raya No. 28,Jakarta Pusat.

Waktu kami ke sana masih belum terbuka untuk publik, jadi masih belum tahu harga sewanya. Menurut wulan catering yang mengadakan resepsi di bulan Agustus di sana, harga sewanya Rp. 13 juta. Kapasitas gedung bisa untuk 1.000 orang.

Tempat parkir luas.

Atap tinggi. Gedung resepsi adalah gedung yang dibelakang.

Bentuk ruangan resepsi kotak deh sepertinya :)

Contact Person: Ahmad ( 0817 826 987 )

Foto: (akan saya update setelah tgl 18 Agustus ya, karena foto yang kemarin survei ada di camdig cami)

7. Gedung Pegadaian

Lokasi: Jl.Kramat Raya No.162 Jakarta Pusat.

Kapasitasnya untuk standing party sekitar 800-1000 orang.

Tempat parkir luas. Atap tinggi.

Bentuk ruangan melebar, bukan memanjang.

Harga: 70 juta ( paket 1000 orang dengan Permata Catering )

Contact Person:

Foto:

Pegadaian2 Pegadaian1

Ini foto saat gladi resik resepsi dengan dekorasi+catering dari Permata Catering

8. Gedung Graha Marinir

Lokasi : Kwitang, depan Toko Gunung Agung, dekat tugu Tani, Jakarta Pusat.

Harga: Rp. 11 juta

Contact Person: Pak Prayono 0813-1138-3392

Lahan parkir luas dan dijaga oleh marinir.

Atap tinggi. Bentuk ruangan panjang.

Foto:

Marinir-2 Marinir-1 Graha-Marinir-4 Graha-Marinir-3

9. SANDS BALLROOM & DINING THEATRE

Lokasi: mangga dua square

Website: www.sandsjakarta.com

Karena sedang ada acara, kami tidak masuk ke dalam, hanya ngintip dari luar.

Dari pintu masuk ke panggung tidak lurus tapi berbelok.

Jadi panggung, ada di sebelah kanan pintu masuk.

Bentuk ruangan melebar, bukan memanjang.

Paket standing party 2013 di sand:

  • Ruby 2013: Min 500 Pax. Harga: Rp. 108,888,000 Nett (Penambahan: Rp. 150.000 nett/pax)
  • Diamond 2013: Min 800 Pax. Harga: Rp. 165,888,000 Nett (Penambahan: Rp. 150.000 nett/pax)

Paket makan meja:

  • Purple Ruby 2013: Rp. 84,888,000 Nett (Min. 25 Table)
  • Green Ruby 2013: Rp. 95,888,000 Nett (Min. 25 Table)
  • Blue Ruby 2013: Rp. 135,888,000 Nett (Min. 25 Table)

10 . Shangrila Palace

Lokasi: Pasar Baroe

Contact Person: Cha cha 021-987 009 33; 085 795 333 392

Atap tinggi. Dekorasi pelaminan fix. Bentuk ruangan melebar. Ada di lantai 1. Ruangan lantai 2 lebih kecil.

Harga paketnya banyak sekali, bervariasi dan tidak mahal.

Hanya saja tempat parkirnya sedikit sekali dan parkir di jalan. Parkiran untuk keluarga hanya bisa untuk 3-5 mobil (kalau gak salah ingat), yang jelas sangat sedikit lah.

Foto:

shangrilla-palace-2 shangrilla-palace-1

11. Gedung Sasono Adiguno TMII

Lokasi: Taman Mini Indonesia Indah

Harga masuk gerbang TMII untuk mobil: Rp. 5.000,-

Kali ini bukan karena survei tapi menghadiri undangan tetangga.

Bentuk ruangannya melebar, atap tinggi, pendingin ruangan cukup.

Berikut fotonya:

TMII

12 . TARUMA GRAND BALLROOM 

Lokasi di Universitas Taruma Negara. Dekat dengan Mall Citra Land.

Kali ini juga bukan survei tapi menghadiri undangan teman kantor.

Secure Parking. Ke tempat resepsi harus naik lift dulu.

Pintu masuk ruangan resepsi ada di samping. Bentuk ruangan memanjang agak letter L.

Atap tinggi dan berkarpet. Ruangan pendingin cukup. Sepertinya dekorasi pelaminan fix.

Berikut fotonya:

Untar-2 Untar-1