MUSEUM NASIONAL
30 April 2013 at 9:36 pm | Posted in Jakarta | Leave a commentTags: Arca, Jakarta, museum, Museum Gajah, Museum Nasional
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Museum_Nasional_Indonesia.jpg
Museum ini terletak di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, tepat di depan halte busway Monas (Monumen Nasional). Museum ini lebih dikenal sebagai ‘Gedung Gajah’ atau ‘Museum Gajah’ karena di halaman depan museum terdapat sebuh patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga ‘Gedung Arca’ karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.
Menurut informasi di brosur, hingga saat ini Museum Nasional menyimpan sekitar 141.000 benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, numismatik, heraldik dan keramik, etnografi, sejarah, dan geografi.
Komplek Museum Nasional dibangun di atas tanah seluas sekitar 26.500 m2 hingga saat ini mempunyai dua gedung. Gedung Lama (gedung A) digunakan untuk memamerkan koleksi museum dan ruang penyimpanan koleksi (storage). Sedang gedung B (Gedung Arca) yang dibuka secara resmi pada tanggal 20 Juni 2007 oleh DR. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI), selain digunakan untuk ruang pameran (lantai 1 sampai 4), juga digunakan untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, perpustakaan, dan lain-lain.
MUSEUM NASIONAL terletak di:
Jalan Medan Merdeka Barat No.12 Jakarta Pusat
Tour Guide : 021-3811551; 021-70079761
Fax : 021-3447778
E-mail : museumnasionalindonesia@yahoo.co.id
Website : www.museumnasional.or.id
Jam Operasional:
Selasa – Jumat 8.30 – 16.00
Sabtu – Minggu 8.30 – 17.00
Biaya Tiket
Pengunjung Perorangan:
- Dewasa Rp. 5.000,-
- Anak-anak Rp. 2.000,-
Pengunjung Rombongan (minimum 20 orang):
- Dewasa Rp. 3.000,-
- Anak-anak (TK s.d SMA) Rp. 1.000,-
Pengunjung Asing Rp. 10.000,-
Data ini berdasarkan kedatangan saya dan teman-teman kos hari Sabtu, 20 April 2013.
MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
31 March 2013 at 3:03 pm | Posted in Jakarta | Leave a commentTags: Imam Bonjol, jakarta pusat, museum, Naskah, Perumusan Naskah Proklamasi, Proklamasi
Museum ini adalah gedung bersejarah Indonesia dimana tanggal 16-17 agustus 1945 dilakukan perumusan naskah proklamasi pada tempat ini. Gedung ini didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsitektur Eropa (Art Deco), dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi. Pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nugroho Notosusanto, menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Alamatnya di:
Jl. Imam Bonjol no. 1 Jakarta Pusat 10310
Telp: (021) 3144743 Fax: (021) 3924259
Website: www.munasprok.com
E-mail: munasprok@yahoo.com
Lokasinya tidak jauh dari taman Suropati, masih dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Sejarah lengkapnya dapat dibaca melalui brosur yang diberikan atau melalui website resmi museum perumusan naskah proklamasi.
Berikut hasil jepretan kamera teman saya saat kunjungan saya dan teman-teman tanggal 09 Sep 2012.
Di dalamnya terdapat ruangan-ruangan untuk pengunjung melihat barang-barang bersejarah dan membaca sejarah serta terdapat perpustakaan juga.
JAM BUKA MUSEUM
Selasa s.d Kamis: Pukul 08:00 – 16:00
Jum’at : Pukul 08:00 – 11:00; Pukul 13:00 – 16:00
Sabtu : Pukul 08:30 – 17:00
HARGA KARCIS MASUK:
Dewasa Perorangan: Rp. 2.000,-
Rombongan Dewasa: Rp. 1.000,-
Perorangan Anak-anak: Rp. 1.000,-
Rombongan Anak-anak: Rp. 500,-
Pengunjung Asing : Rp.10.000,-
Selamat mengunjungi museum Indonesia
TANG CIE (DONG ZHI)
23 December 2012 at 9:16 pm | Posted in Uncategorized | 2 CommentsTags: DONG ZHI, Hari Ibu, Kasih Ibu, Tang Cie
Tang Cie biasanya jatuh pada tanggal 22 Desember. Kecuali pada tahun kabisat justru jatuh pada tanggal 21 Desember. Tang Cie berarti musim dingin tiba (Merupakan hari yang paling dingin). Tang Cie mempunyai makna yang khusus bagi masyarakat Tionghua. Seperti cerita turun temurun dikatakan hikayat Tang Cie konon adalah seseorang pemuda sebagai tabib yang berbakat. Pada saat itu ia mencari ramuan obat di hutan, karena suatu kesalahan yang tidak disengaja, racun tanaman menyebabkan kedua matanya buta. Seseorang menemukannya terlantar di hutan, lalu mengantarkannya kembali kerumah. Ibunya yang sudah tua sangat mengasihi anaknya. Pada saat anaknya tidur ia rela mencongkel kedua matanya untuk menggantikan mata anaknya yang telah buta. Setelah anaknya bangun dari tidurnya dan bisa melihat. Ia mengetahui bahwa matanya adalah pemberian ibunya. Ia ingin mengembalikan matanya kepada ibunya, tetapi ibunya menolak. Ibunya memberikan petunjuk supaya anaknya itu cukup membuat onde dari ketan dan dimasukan ke kelopak matanya, dengan suatu keajaiban karena mata yang dibuat dari ketan tersebut ibunya dapat melihat kembali.
Makna dari onde adalah menunjukan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, bahkan rela memberikan matanya yang paling berharga pada anaknya. Itu dicanangkan sebagai Mother’s Day yakni jatuh pada tanggal 22 Desember atau Hari Ibu. Mungkin asal usul dari Hikayat ini. Selanjutnya dari hikayat ini bagi kalangan warga Tionghua dibuat suatu kebiasaan / adat-istiadat membuat kue onde-onde. Pada malam hari sebelum hari Tang Cie, ibu-ibu membuat onde-onde yang terbuat dari tepung beras ketan dan diberi warna merah, putih, hijau, dan berbetuk bulat. Pada esok hari pagi-pagi sekali onde-onde tersebut direbus dimasukan kedalam air gula dan jahe. Setelah masak pertama-tama diberikan kepada ibu sebanyak dua buah.
Selanjutnya dibagikan kepada sanak keluarga dengan jumlah yang sesuai usianya masing-masing menurut perhitungan Tionghua ditambah satu.
(Ditulis ulang dari sumber lain)
Taman Wisata di sekitar Menteng, Jakarta Pusat
16 September 2012 at 4:27 pm | Posted in Jakarta, Traveling | Leave a commentTags: Jakarta, jakarta pusat, kota, menteng, situ lembang, suropati, taman
Wisata dan tamasya bersama keluarga tidak selalu harus mengeluarkan biaya yang mahal untuk tiket masuk gerbang dan wisata. Ada kok lokasi-lokasi dimana kita bisa wisata bersama keluarga dengan murah meriah. Lihat saja di Jakarta Pusat, selain Monas, kita bisa menikmati banyak taman kota nan indah dan bersih untuk menghirup udara segar dan menikmati hijaunya tumbuhan. Inilah taman2 kota yang ada di sekitar Menteng:
Taman Menteng
Di taman Menteng banyak kursi panjang yang disediakan untuk kita duduk-duduk sambil bercakap-cakap dan menikmati keindahan taman. Di taman ini selain bertamasya, disediakan taman bermain anak-anak, dan tersedia 3 lapangan futsal outdoor dan 1 lapangan bulu tangkis outdoor untuk kita kumpul dan berolahraga dengan teman-teman. Saat lapar dan haus setelah wisata atau berolahraga, kita juga mudah mencari makan dan minum, karena tepat di samping taman ini banyak penjual gerobakan, mulai dari jual nasi goreng, mie ayam, dan lain-lain.
Taman ini biasanya ramai dikunjungi orang-orang baik siang, sore, maupun malam. Biasanya taman menteng ini juga, dijadikan tempat pertemuan para komunitas sepeda di malam hari.
Di depan taman menteng juga terdapat seven-eleven dan Plaza Menteng untuk kita hangout. Tidak jauh dari taman ini juga, dimana kita hanya perlu jalan kaki sebentar, kita bisa wisata kuliner di malam hari dengan mencoba Ayam Penyet Bu Sri yang terkenal dengan ayam bakarnya yang super pedas dan baso urat. Jika kita jalan kaki lagi sedikit, maka kita sudah menuju pada tempat makan malam dengan berbagai pilihan makanan berat sampai ringan karena daerah ini semacam pujasera, tetapi yang hanya ada jika sudah malam.
Transportasi umum yang melewati taman Menteng ini adalah kopaja P20 jurusan Senen-Lebak Bulus.
Taman Suropati
Taman Suropati tidak jauh dari Taman Menteng. Taman ini juga asri dan pagi hari banyak orang jogging disini. Siang hingga malam hari tidak kalah ramai juga oleh orang-orang yang wisata dengan foto-foto, bersepeda, maupun latihan musik (biola). Di taman Suropati tidak seperti taman menteng yang menyediakan lapangan olahraga. Disini tidak ditemukan lapangan olahraga outdoor maupun indoor, tapi kita dapat rehat di rumputnya yang hijau hanya sekedar untuk piknik bersama keluarga atau teman-teman karena tumbuhannya yang rindang.
Di belakang taman ini ada Masjid Agung Sunda Kelapa, yang bukan sekedar tujuan untuk sholat tetapi juga untuk makan siang. Karena di Masjid Agung Sunda Kelapa yang lebih dikenal sebagai Sunda Kelapa terdapat banyak penjual gerobakan dimana kita bisa makan di tempat. Banyaknya pilihan jenis makanan dan rasanya yang enak, membuat Sunda Kelapa terkenal sebagai tujuan hunting makan siang para karyawan/mahasiswa sekitar Menteng.
Taman Situ Lembang
Taman yang satu ini tidak banyak diketahui orang sekitar Menteng, walau lokasinya tidak jauh dari Taman Suropati. Taman ini juga tidak dilalui oleh transportasi umum. Taman ini umumnya menjadi tujuan para pemancing. Karena di danau buatan Situ Lembang, para penghobby mancing bisa memancing ikan. Selain danau buatan yang dikelilingi oleh taman rumput hijau, taman Situ Lembang juga dilengkapi dengan mainan untuk anak-anak seperti ayunan dan lain-lain. Sehingga keluarga muda dapat membawa anak-anaknya bermain di sini. Di Taman ini juga banyak pilihan makanan tradisional yang dapat kita beli, sepeti tahu genjrot, es doger, rujak be-bek, gorengan, dan lain-lain yang dijual dengan harga normal. Taman ini akan lebih indah jika dikunjungi di pagi atau sore hari karena bunga teratainya mekar.
Jika Anda sedang di sekitar Menteng, ayo ke taman-taman di atas karena lokasinya berdekatan kok. Berikut gambaran lokasi dari ke tiga taman tersebut yang saya ambil dari Google Maps:
- Taman Menteng bisa lihat posisi Plasa Menteng di peta
- Taman Suropati di Jalan Suropati
- Taman Situ Lembang di Jalan Lembang
Selamat bertamasya dengan keluarga dan teman-teman dengan murah meriah
Keindahan Pantai-Pantai di Yogyakarta
25 January 2012 at 10:17 pm | Posted in Yogyakarta | 1 CommentTags: Indonesia, pantai, Sadranan, Sinduk, Siung, Yogyakarta
Yogyakarta ternyata pantainya banyak dan indah-indah tidak kalah kok dengan Bali. Keindahan beberapa pantai di Yogyakarta yang berdekatan satu sama lain bisa Anda lihat dari foto-foto saya di bawah ini. Jika selama ini kita kenal pantai Yogyakarta adalah pantai Parangtritis tapi ternyata menurut penduduk Yogyakarta sekarang Pantai tersebut sudah tidak asri lagi bahkan kotor karena mungkin sudah komersial.
Dari empat pantai yang saya dan teman-teman kunjungi, menurut saya pantai pertama yang kami kunjungi yang paling bagus yaitu Pantai Siung. Pantai ini terdapat karang-karang baik besar maupun kecil bahkan ada karang yang berwarna kemerahan di pesisir pantai. Dan menurut saya yang unik adalah adanya aliran-aliran sungai menuju pantai yang belum saya temui di pantai lain sebelumnya.
Tanpa banyak bicara lagi silahkan menikmati hasil foto saya saat berkunjung ke pantai-pantai di Yogyakarta tanggal 14 Januari 2012 berikut ini:
Sengaja saya ganti gaya menulis artikel dengan banyak gambar. Menurut saya gambar itu menyatakan lebih banyak dari ratusan hingga ribuan kata. Semoga Anda menikmati hasil dokumentasi saya dari kamera digital standard
Fantastique/Magic Fountain Show @ Taman Impian Jaya Ancol
18 January 2012 at 3:37 pm | Posted in Jakarta | Leave a commentTags: air mancur, Ancol, Buto Ijo, Fantastique, Indonesia, laser, Magic Fountain Show, pertunjukan, Timi Emi, Timun Mas
Fantastique atau Magic Fountain Show adalah wahana baru di Taman Impian Jaya Ancol. Wahana Fantastique menyajikan pertunjukan cerita rakyat Buto Ijo dan Timun Mas. Pertunjukan cerita rakyat ini dilakukan di atas panggung outdoor dengan dekorasi seakan-akan berada di luar istana dan terdapat danau di samping kanan kirinya. Pertunjukan dipentaskan oleh puluhan pemain pentas dipadu dengan air mancur, sinar laser, animasi, kembang api, musik dan gerak tari para pemain. Meskipun outdoor, pembaca tidak perlu khawatir jika hujan datang karena jika gerimis atau hujan kecil, pihak Fantastique menyediakan jas hujan gratis selama pertunjukan berlangsung dan jika hujan menjadi lebat dan terdapat halilintar yang dapat membahayakan pihak pengunjung maka pertunjukan dibatalkan dan digantikan tiketnya untuk pertunjukan esok hari. Saat saya sekeluarga ke sana, kami diberikan jas hujan dan pertunjukan dimulai lebih awal 10-15 menit dari waktu pertunjukan yang seharusnya karena khawatir hujan akan menderas.
Cerita rakyat Buto Ijo dan Timun Mas menceritakan tentang kelahiran seorang anak perempuan yang diperoleh dari permintaan kedua orang tuanya kepada Buto Ijo dengan mengikat perjanjian bahwa setelah anaknya berumur 17 tahun maka anaknya tersebut akan diserahkan kepada Buto Ijo. Namun, setelah anak perempuan ini dewasa dan berumur 17 tahun, kedua orang tuanya sangat sayang pada anak gadisnya dan tidak berkenan menyerahkan anak perempuannya ini untuk dinikahi oleh Buto Ijo. Gadis kecil ini bernama Timi Emi. Pertunjukan yang berdurasi kurang lebih 30 menit ini memperlihatkan kegigihan Timi Emi dalam melepaskan diri dari buruan Buto Ijo dan dua pengawalnya yang jahat. Meskipun kedua orang tua Timi Emi sudah meninggal karena Buto Ijo, Timi Emi masih mempunyai banyak teman yang menolongnya terlepas dari kejaran Buto Ijo tersebut. Peninggalan dari ibunya yaitu garam, biji cabe, biji timun suri dan terasi turut membantunya untuk terus menerus melepaskan diri dari Buto Ijo hingga Buto Ijo itu mati.
Fantastique berlokasi di Ocean Ecopark Taman Impian Jaya Ancol yang bersebelahan dengan wahana Green Mission Paintball dan wahana Ancol Outboundholic. Saat saya sekeluarga ke sana dengan kendaraan pribadi, kami sempat berputar-putar untuk mencari lokasi tersebut. Tapi kami cukup bersyukur kalau informasi lisan yang kami dapat dari para petugas di Taman Impian Jaya Ancol yang mengatakan bahwa lokasi Fantastique terletak di Ancol Timur dan ambil saja arah menuju Dufan, cukup memudahkan kami dalam mencari lokasi Fantastique. Karena kami kesulitan jika mengandalkan hanya pada penunjuk arah Ecopark yang luas dan memiliki banyak wahana, ditambah banyaknya spanduk Fantastique yang membuat kami mengira bahwa disitulah lokasi Fantastique. Bahkan keluarga dari tante saya terlambat untuk menonton pertunjukan karena lama menemukan lokasi Fantastique. Jadi, jika pembaca mau nonton pertunjukan Fantastique ambil arah Ancol timur ke Ecopark, pintu masuk bisa dekat dengan wahana Green Mission Paintball atau dekat dengan kali Ancol. Jika parkir di tempat parkir yang dekat kali ancol, jalannya lebih pendek dibanding kita lewat pintu gerbang yang dekat dengan wahana Green Mission Paintball. Di dalam area Fantastique terdapat kendaraan yang bisa mengantarkan kita ke parkiran tapi biayanya Rp. 10.000/orang.
Berikut waktu pertunjukan Fantastique :
Weekday : Jam 7 malam
Weekend: 18.30 dan 20.00
Dengan harga
Weekday: Rp. 50.000,-
Weekend: Rp. 60.000,-
Pertunjukan yang mengangkat cerita rakyat yang dipadukan dengan teknologi yang canggih ini juga mendidik anak-anak mengenai kecanggihan teknologi dan kekayaan cerita rakyat yang dimiliki Indonesia. Pertunjukan Fantastique mirip dengan pertunjukan “Song of the Sea” yang ada di Singapura hanya berbeda ceritanya dan Fantastique menggunakan bahasa Indonesia. Dengan adanya Fantastique, Indonesia menunjukkan perkembangan entertainment dan teknologi Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Top untuk Ancol.
Meskipun pertunjukan dimulai pukul 7 malam namun saya sarankan pembaca untuk datang minimal 1 jam lebih awal supaya bisa menikmati dekorasi taman di depan loket Fantastique yang terang dengan lampu. Yang perlu diingat juga adalah sediakan waktu untuk mencari lokasinya supaya tidak telat datang ke Fantastique. Saat saya sekeluarga datang dekorasi taman di Fantastique bersuasana natal yang terdapat hiasan pohon natal, tongkat bengkok, dan lampu-lampu. Sepertinya dekorasi taman Fantastique akan berubah sesuai hari raya terdekat.
Setelah pertunjukan juga kita bisa menyimpan kenangan berfoto dengan para pemain yang berkostum dan berhias lengkap pakaian tradisional Indonesia seperti Bali dan Dayak serta para pemain yang berkostum binatang maupun peri kupu-kupu.
My Mirror blog: http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/01/17/fantastiquemagic-fountain-show-taman-impian-jaya-ancol/
PLANETARIUM
17 January 2012 at 11:36 am | Posted in Jakarta | 2 CommentsTags: Jakarta, komet, meteor, planet, Planetarium, Taman Ismail Marzuki, tata surya, TIM, wisata
Planetarium terletak di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, yaitu yang beralamat di Jalan Cikini Raya No. 73. Di planetarium ini, kita dapat menyaksikan langit-langit di Planetarium yang menggambarkan langit bumi kita di malam hari yang dipenuhi bintang. Pertunjukan ini kita nikmati dalam ruangan yang seperti cinema dengan layarnya bukan di depan seperti halnya bioskop, tapi atas. Langit-langitnya yang berbentuk seperti kubah dan senderan tempat duduk yang dapat dimiringkan hingga hampir tertidur membuat kita benar-benar dapat menikmati pertunjukan di langit-langit planetarium. Selain itu, bahasa narator yang asyik dengan sedikit humor ringan benar-benar dapat mendinginkan suasana sehingga tidak terlalu serius dan berasa scientist sekali.
Di langit-langit planetarium kita dapat menikmati hamburan cahaya bintang yang menurut narator dapat kita nikmati di Jakarta jikalau tidak ada polusi udara dan polusi cahaya di kota Jakarta dan langitnya cerah. Tapi hal ini dirasa mustahil jika kita lihat kondisi Jakarta saat ini dan terlebih lagi saat musim hujan – karena saat kami menonton di Planetarium sedang musim hujan. Dalam durasi pertunjukan 1 jam tersebut, kita dibawa untuk menikmati langit Jakarta yang cerah di malam hari dan simulasi terbitnya matahari di ufuk timur hingga terbenamnya di ufuk barat. Pertunjukan juga menjelaskan mengenai meteor, komet, dan beberapa rasi bintang.
Salah satu meteor besar yang pernah jatuh di bumi adalah meteor yang jatuh di Amerika sekitar 49 tahun silam. Di planetarium juga kita dapat melihat batu meteor yang pernah jatuh di Pasuruan, Indonesia. Selain itu, kita dibawa ke galaxy untuk mempelajari planet-planet di tata surya dimana matahari sebagai pusat orbit planet-planet. Planet-planet di tata surya pun di kategorikan dalam tiga kategori, yaitu planet sejenis bumi, planet sejenis yupiter, dan planet kerdil. Melalui pertunjukan di planetarium ini pun saya baru mengetahui bahwa planet Pluto itu termasuk planet kerdil dan garis edar memotong garis edar planet lain yaitu planet Neptunus, sehingga tidak selamanya pluto menjadi planet yang terjauh dari bumi. Belajar banyaklah saya dari pertunjukan di Planetarium ini. Termasuk galaksi kita dengan pusat orbit matahari disebut galaksi Bima Sakti dan galaksi kita hanyalah satu dari sekian banyak galaksi di alam semesta.
Akhirnya, pertunjukan diakhiri simulasi petualangan mengarungi galaxi. Seolah-olah kita yang bergerak padahal kita masih ditempat dan hanya pertunjukan saja yang bergerak. Tapi petualangan ini mengakhiri pertunjukan dengan sangat berkesan, sehingga antrian yang panjang dan lama untuk membeli tiket di loket maupun antrian untuk menonton pertunjukan tidaklah percuma.
Saya dan teman-teman kos datang di hari terakhir libur sekolah natal dan tahun baruan, sehingga pengunjungnya banyak sekali dan antriannya panjang sekali. Selain itu, kami datang siang hari karena pagi hari kami ke Museum Joang 45 dulu. Banyaknya pengunjung yang datang menyebabkan penambahan 1 sesi pertunjukan pada hari itu dan kami termasuk di dalamnya, yaitu hari Sabtu jam 4 sore.
1 sesi pertunjukkan hanya tersedia 320 kursi sehingga jika sudah penuh kuota di sesi tersebut maka kita harus mengantri untuk jam di sesi berikutnya. Meski loket dibuka 1 jam sebelum pertunjukan tapi karena banyaknya pengunjung maka kita sudah mengantri dari waktu loket masih tutup dari waktu pertunjukan sesi sebelumnya. Jelasnya, kami antri dari jam 1 dan nonton pertunjukan jam 4 sore di hari Sabtu, tanggal 7 Januari 2012.
Jadwal Pertunjukan:
- Selasa – Jumat : setiap jam 16:30;
- Sabtu, Minggu dan Libur Nasional : setiap jam 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30;
- Hari Libur Nasional yang jatuh pada hari Jumat: Setiap : 10:00, 13:30, 15:00, 16:30;
- Senin : TUTUP untuk pemeliharaan;
Harga Tiket Masuk : Anak-anak Rp. 3,500; Dewasa Rp. 7,000
Setiap pengunjung hanya dapat membeli maksimal 6 karcis dan karcis yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan. Loket pun ditutup apabila tempat duduk yang tersedia habis terjual untuk sesi berikutnya.
Di saat hari libur, antrian di Planetarium menjadi panjang sekali, makanya tidak heran jika antrian loket disediakan tempat duduk yang disusun seperti labirin:
Setelah berhasil membeli tiket kita harus langsung antri pertunjukan supaya kita dapat memasuki teater segera dan memilih tempat duduk pertama kali. Saran saya pilihlah tempat duduk yang paling belakang jika Anda dapat memilih.
Akhir kata, bersyukurlah jika Anda tidak perlu mengantri panjang misal dengan datang pagi-pagi dan bukan hari libur sekolah atau libur nasional. Selamat menikmati pertunjukannya yang spektakuler
Baca juga blog saya tentang Gedung Joang 45 untuk tujuan wisata Anda karena lokasinya berdekatan dengan Planetarium.
Museum Joang 45
17 January 2012 at 11:35 am | Posted in Jakarta | Leave a commentTags: Gedung Joang 45, Jakarta, museum, pahlawan, perjuangan, REP
Museum Joang 45 adalah salah satu museum di Jakarta yang digunakan untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting di dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dalam museum ini terdapat koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia antara lain mesin jahit semasa perang dulu, mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan nomor mobil REP 1 dan REP 2. Selain itu ada pula koleksi foto-foto dokumentasi dan lukisan tokoh-tokoh perjuangan dan sejarah perjuangan sekitar tahun 1945-an. Beberapa tokoh perjuangan juga ditampilkan pula dalam bentuk patung-patung dada.
Museum ini terletak tidak jauh dari Tugu Tani. Kalau dari Jakarta utara atau monas maka museum ini setelah tugu tani dengan arah jalan menuju Cikini. Museum Joang 45 terletak di sebelah kiri jalan raya, tepat bersebelahan dengan Gedung Tedja dan Hotel Treva. Museum ini juga dapat dikunjungi melalui jalur kereta, stasiun kereta terdekat adalah stasiun Gondangdia.
Alamat Museum Joang 45 adalah Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta Pusat. Telp. (021) 3909148 Fax. (021) 3923185
Sejarah Gedong Joang 45
Pada tahun 1938, seorang pengusaha Belanda bernama LC Schomper mendirikan sebuah hotel yang bernama Schomper 1 di daerah Menteng Raya. Hotel ini dibangun khusus bagi pejabat tinggi Belanda, pengusaha asing, dan pejabat pribumi.
Ketika Jepang menjajah Indonesia, Hotel Schomper dikuasai oleh pemuda Indonesia dan dijadikan asrama dan tempat pendidikan nasionalisme para pemuda Indonesia. Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Adam Malik, Chaerul Saleh, dan sejumlah tokoh Indonesia lainnya merupakan tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendidikan pemuda yang memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini Hotel Schomper 1 kemudian diganti dengan nama Gedung Menteng 31.
Seiring Perkembangan waktu pada tanggal 19 Agustus 1974, setelah melalui serangkaian perbaikan dan renovasi, Gedung Menteng 31 diresmikan sebagai Museum Joang 45 oleh Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.
(Sumber: brosur Museum Joang 45)
Museum Joang 45 Buka dari Selasa s/d Minggu jam 09.00 – 15.00 WIB. Senin tutup.
Tiket Masuk Museum cukup murah yaitu:
Perorangan: Dewasa: Rp. 2.000,-
Mahasiswa: Rp. 1.000,-
Anak-anak: Rp. 600,-
Rombongan (minimal 20 orang):
Dewasa: Rp. 1.500,-
Mahasiswa: Rp. 750,-
Anak-anak: Rp. 500,-
Saat saya dan teman mengunjungi di hari Sabtu tanggal 7 Januari 2012, Museum Joang 45 sudah dan sedang melanjutkan renovasi sehingga layout dan peletakan koleksinya lebih cantik dan bagus juga untuk kita berfoto-foto di dalam :) Berfoto diijinkan asal menggunakan kamera HP atau Blackberry, asal bukan kamera digital saja.
Dekat Gedung Joang 45 ada lokasi wisata di Jakarta yang dekat yaitu Planetarium di Taman Ismail Marzuki. Baca juga blog saya tentang Planetarium.
E-Publishing
12 October 2011 at 2:20 pm | Posted in Computer | 1 CommentTags: BukuTablet, detikios, e-publisher, e-publishing, ebook, Gramedia.com, Papataka, Scoop, WayangForce
DetiKios dari Detikcom
DetiKios diluncurkan 11 Juli 2011 (HUT Detikcom yang ke-13). Detikcom mengajak segala pihak untuk bekerja sama skema bisnis 30% untuk Apple, 30% untuk Detikcom dan 40% untuk penerbit. DetiKios kompatibel dengan iPad jenis yang terawal (sistem operasi versi 3.2)
Partner publisher DetiKios saat ini adalah Galang Press.
DetiKios terbuka untuk bekerjasama dengan semua penerbit dan penulis dengan beberapa syarat dan ketentuan yang disepakati bersama. Info lengkap: detikios@detik.com atau widya@detik.com, imalia@detik.com. Telp: 021-7941177 ext: 420
SCOOP dari Apps Foundry
Sejak diluncurkan bulan November 2010 (iPad), saat ini Scoop telah memiliki lebih dari 160 penerbit dan juga lebih dari 800 edisi majalah pada aplikasi mereka. Untuk menyediakan konten, Scoop tidak hanya mengumpulkan materi dari media cetak sebagai penerbit tetapi juga media online dan blog. Beberapa majalah yang paling populer diunduh oleh pengguna antara lain majalah Tempo, Cosmopolitan, Autocar dan Popular. Majalah-majalah lain yang disediakan: Harper’s Bazaar, Esquire, FHM, TechLife, Marketing, Marketeers, Infobank, SME, Yukmakan, The Wedding, Mahligai, Panorama Travel & Leisure.
18 Agustus 2011 Apps Foundry meluncurkan Scoop untuk iPhone dan iPod. Versi terbaru ini tersedia untuk pengguna iPhone 3GS, iPhone 4, iPod touch (3rd generation), iPod touch (4th generation) dan iPad.
Wayang Force dari Phasedev (PT. Phase Solusindo) http://www.wayangforce.com/
WayangForce dapat diakses via Internet Browser, iPad, dan juga Android tablets. 29 August 2011 WayangForce sudah meluncurkan versi 3.0. Sejauh ini, WayangForce menyediakan beberapa media lokal seperti: Gadget, GameStation, Macworld, Kiddo, Animonster, Cinemagz, SWA, majalah wanita, buku komik, dan novel. Kedepannya, WayangForce juga akan menyediakan berbagai konten digital yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
PhaseDev juga meluncurkan spin-off Wayang Force, yaitu: Mizan dan Seputar Indonesia. Seputar Indonesia dan Mizan menjadi dua aplikasi terpisah dari Wayang Force yang khusus diterbitkan untuk iPad. Secara antarmuka, tampilannya tentu serupa dengan Wayang Force karena menggunakan engine yang sama. Keduanya sudah tersedia untuk diunduh di App Store mulai awal Agustus 2011. Kedua aplikasi ini memberikan pendekatan berbeda untuk berjualan. Mizan memberikan harga relatif murah untuk buku-buku jualannya, berkisar antara $1.99-$2.99, dengan kekhususan satu buku buatan Komaruddin Hidayat “Memahami Bahasa Agama” yang dibanderol dengan harga $6.99. Seputar Indonesia di lain pihak, menggratiskan seluruh edisi korannya, baik yang lama maupun yang terbaru. Edisi Seputar Indonesia di aplikasi iPad-nya diperbarui secara harian di pagi hari.
Gramedia.com dari PT Kompas Cyber Media
1 Juli 2011 sudah dirilis dalam versi 1.8.3. Gramedia.com adalah toko & media baca ebook resmi dari Kompas Gramedia iPad. Gramedia.com untuk iPad mengijinkan user untuk download & membaca buku-buku Indonesian, majalah, tabloid & koran dengan mudah, ringan, dan tampilan yang elegan.
Nikmati ratusan ebook dari penerbit-penerbit top Indonesia, yaitu:
- Gramedia Pustaka Utama
- Elex Media Komputindo
- Kepustakaan Populer Gramedia
- Penerbit Buku Kompas
- Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia)
- M&C (Manga & Comic)
Catatan:
- Semua harga lebih murah 25%-50% dari harga penerbit.
- Download gratis bab pertama buku sebelum memutuskan untuk membeli sebuah buku secara komplit.
Hasil customer reviews pada aplikasi ini kurang bagus.
BukuTablet dari PT Informotics Digital Persada (Yogyakarta)
Aplikasi di iPad masih dalam development.
Jika ingin partnership dan memasarkan buku-buku hubungi: publisher@bukutablet.com, Telp. 0274-542886
Papataka dari PT. Papataka Pusaka Indonesia
Publisher partner saat ini: Penebar Swadaya, Akbarmedia, Rajawali Pers, Ufuk, FoU Media Publisher, Cakrawala Publishing, Al-Mawardi, Komunitas Bambu.
Aplikasi belum dibuat, untuk membaca e-book di iPad dan Android menggunakan aplikasi gratisan yaitu: Bluefire & Filer lite untuk iPad, Aldiko Reading untuk Android.
E-mail: info@papataka.com
Telp: 021-45847468
Ringkasan:
| Aplikasi/Website | Updated Version | Developer | Tersedia utk | Keterangan |
| DetiKios | 1.2 | Detikcom | iPad | Masih baru |
| Scoop | 2.12 | Apps Foundry | iPad, iPhone, and iPod | kebanyakan majalah |
| WayangForce | 3.0 | Phasedev (PT. Phase Solusindo) | iPad | Kebanyakan majalah + bacaan anak |
| Gramedia.com | 1.8.3 | PT Kompas Cyber Media | iPad | Kebanyakan buku, tapi hasil review konsumen thdp aplikasi jelek |
| BukuTablet | baru akan dirilis | PT Informotics Digital Persada | - | Kantor di Jogja dan baru |
| Papataka | Bluefire & Filer lite (iPad), Aldiko Reading (android) | PT. Papataka Pusaka Indonesia | - | Kantor di Kelapa Gading |
Sumber:
http://dailysocial.net/2011/07/11/saingi-scoop-dan-wayang-force-detikcom-kembangkan-detikios/
http://www.macclubindonesia.com/forums/showthread.php?79192-detiKios-Submit-your-Magazine-amp-Books!
http://www.wayangforce.com/index.php/indexme/about
http://itunes.apple.com/id/app/wayang-force/id407692192?mt=8
http://itunes.apple.com/id/app/gramedia.com-for-ipad/id438193464?mt=8
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



















































